Kisah Hindun si Pemakan Hati Paman Nabi, Hamzah Bin Abdul Muthalib
Miftah yusufpati
Sabtu, 04 Januari 2025 - 17:22 WIB
Kisah Hindun si Pemakan Hati Paman Nabi, Hamzah Bin Abdul Muthalib
LANGIT7.ID-Jakarta; Hindun binti Utbah adalah arsitek pembunuh paman Nabi SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib. Ia menugaskan Wahsyi bin Harb untuk membunuh Hamzah dalam perang Uhud. Misi ini sukses. Jasad paman Nabi SAW itu dimutilasi. Dan sejak peristiwa Perang Uhud, Hindun berjuluk "Si Pemakan Hati". Kendati demikian, di akhir hayatnya dia menjadi muslimah yang salehah.
Pada perang kali ini kerugian kaum Muslim tiga kali lebih besar ketimbang Quraisy. Ini adalah satu-satunya perang di antara Muslim Madinah dan Quraisy Makkah di mana Muslim tidak memenanginya.
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam "Sirah Nabawiyah", terjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi menyebutkan korban dari pihak Muslim sebanyak 70 orang, yang kebanyakan berasal dari kaum Ansar.
Baca juga: Wahsyi bin Harb: Kisah Pembunuh Hamzah Paman Nabi di Perang Uhud
Rinciannya adalah kaum Ansar sebanyak 65 orang, Muhajirin 4 orang, dan Yahudi 1 orang. Mengenai orang Yahudi ini, dia bernama Mukhairiq, dia satu-satunya orang Yahudi yang mau ikut dalam perang Uhud. Sementara korban dari pihak Quraisy, menurut Ibnu Ishaq jumlahnya hanya 20 orang.
Sebelum pulang ke Makkah, para wanita Quraisy menyempatkan diri untuk mencari-cari jenazah para syuhada Muslim yang terbunuh.
Pada perang kali ini kerugian kaum Muslim tiga kali lebih besar ketimbang Quraisy. Ini adalah satu-satunya perang di antara Muslim Madinah dan Quraisy Makkah di mana Muslim tidak memenanginya.
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam "Sirah Nabawiyah", terjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi menyebutkan korban dari pihak Muslim sebanyak 70 orang, yang kebanyakan berasal dari kaum Ansar.
Baca juga: Wahsyi bin Harb: Kisah Pembunuh Hamzah Paman Nabi di Perang Uhud
Rinciannya adalah kaum Ansar sebanyak 65 orang, Muhajirin 4 orang, dan Yahudi 1 orang. Mengenai orang Yahudi ini, dia bernama Mukhairiq, dia satu-satunya orang Yahudi yang mau ikut dalam perang Uhud. Sementara korban dari pihak Quraisy, menurut Ibnu Ishaq jumlahnya hanya 20 orang.
Sebelum pulang ke Makkah, para wanita Quraisy menyempatkan diri untuk mencari-cari jenazah para syuhada Muslim yang terbunuh.