Gaikindo Harap Industri Mobil Listrik Bisa Ramaikan Pasar Otomotif Nasional
Tim langit 7
Sabtu, 08 Februari 2025 - 07:12 WIB
ilustrasi
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, industri otomotif di Tanah Air terus berkembang di tengah persaingan dengan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Ia menilai, inisiatif pemerintah untuk mengembangkan industri mobil listrik harus didukung dengan political will yang kuat.
"Kebijakan di otomotif jangan sering diganti karena investasi di otomotif itu mahal dan perlu komitmen jangka panjang," ujarnya.
Kukuh juga mendorong pengembangan baterai EV bisa dilakukan bersama-sama. Sehingga industri otomotif yang sudah ada tetap berproduksi dan turut menumbuhkan perekonomian nasional.
"Pengembangan EV jangan sampai melupakan industri mobil yang sudah eksisting di Tanah Air. Jadi kita sama-sama menjaga, bisa tetap jalan dan ekonomi juga tetap tumbuh," tandasnya.
Baca juga:Indonesia Penuhi Dua Syarat Penting Kembangkan Industri Mobil Listrik
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah meminta pengembangan industri mobil listrik dan baterai EV secara nasional dikaji lebih dalam. Potensi pasar yang besar harus bisa dimanfaatkan di tengah isu perubahan iklim dan rencana transisi energi dari fosil ke listrik.
"Kesepakatan Paris Agreement yang ingin ada transisi energi dari fosil ke listrik ditanggapi serius oleh pemerintah waktu itu. Apabila mobil listrik ini dikembangkan dengan baik diproduksi dengan baik akan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita karena kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia," kata Kaisar dalam diskusi publik "Industri Mobil Listrik & Baterai EV Nasional" di Jakarta.
"Kebijakan di otomotif jangan sering diganti karena investasi di otomotif itu mahal dan perlu komitmen jangka panjang," ujarnya.
Kukuh juga mendorong pengembangan baterai EV bisa dilakukan bersama-sama. Sehingga industri otomotif yang sudah ada tetap berproduksi dan turut menumbuhkan perekonomian nasional.
"Pengembangan EV jangan sampai melupakan industri mobil yang sudah eksisting di Tanah Air. Jadi kita sama-sama menjaga, bisa tetap jalan dan ekonomi juga tetap tumbuh," tandasnya.
Baca juga:Indonesia Penuhi Dua Syarat Penting Kembangkan Industri Mobil Listrik
Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah meminta pengembangan industri mobil listrik dan baterai EV secara nasional dikaji lebih dalam. Potensi pasar yang besar harus bisa dimanfaatkan di tengah isu perubahan iklim dan rencana transisi energi dari fosil ke listrik.
"Kesepakatan Paris Agreement yang ingin ada transisi energi dari fosil ke listrik ditanggapi serius oleh pemerintah waktu itu. Apabila mobil listrik ini dikembangkan dengan baik diproduksi dengan baik akan memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita karena kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia," kata Kaisar dalam diskusi publik "Industri Mobil Listrik & Baterai EV Nasional" di Jakarta.