Kirim Dai Internasional ke Lima Negara, Lembaga Dakwah PBNU Perkuat Moderasi Beragama
Tim langit 7
Senin, 10 Februari 2025 - 04:02 WIB
ilustrasi
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD-PBNU) akan memberangkatkan dai internasional ke lima negara, yakni Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Timor Lestec mulai 25 Februari hingga 1 April 2025.
Menurut Sekretaris LD PBNU KH Nurul Badruttamam, program ini menindaklanjuti Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Program ini merupakan prioritas LD-PBNU dalam kerja sama dengan LAZISNU PBNU dan PCINU, mengusung tagline Khidmat NU Tanpa Jeda, Dakwah NU Mendunia. Fokusnya adalah dakwah moderasi beragama dan penguatan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” jelas pengasuh Pesantren Mardhotillah Jakarta kepada NU Online,
Program ini dirancang untuk mendukung komunitas Muslim di negara-negara tujuan. Para dai akan memberikan konsultasi agama, pelatihan dakwah, serta membahas problematika yang dihadapi pekerja migran Indonesia (PMI).
“Kami juga ingin melakukan penguatan stabilitas keutuhan rumah tangga dan membantu penyelesaian problematika keluarga,” tambah alumni Pesantren Al Ihya’ Ulumaddin, Cilacap ini.
Salah satu peserta yang akan diberangkatkan ke Australia, Nida Husna Abdul Malik, menyatakan kesiapannya. Ia sudah mulai meriset bagaimana komunitas Muslim di sana, budaya masyarakat di sana seperti apa, dan persiapan yang lain supaya dakwah yang akan ia sampaikan sesuai target obyek dakwahnya.
“Saya ingin memastikan materi yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di sana tanpa menimbulkan shock culture,” katanya.
Menurut Sekretaris LD PBNU KH Nurul Badruttamam, program ini menindaklanjuti Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Program ini merupakan prioritas LD-PBNU dalam kerja sama dengan LAZISNU PBNU dan PCINU, mengusung tagline Khidmat NU Tanpa Jeda, Dakwah NU Mendunia. Fokusnya adalah dakwah moderasi beragama dan penguatan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” jelas pengasuh Pesantren Mardhotillah Jakarta kepada NU Online,
Program ini dirancang untuk mendukung komunitas Muslim di negara-negara tujuan. Para dai akan memberikan konsultasi agama, pelatihan dakwah, serta membahas problematika yang dihadapi pekerja migran Indonesia (PMI).
“Kami juga ingin melakukan penguatan stabilitas keutuhan rumah tangga dan membantu penyelesaian problematika keluarga,” tambah alumni Pesantren Al Ihya’ Ulumaddin, Cilacap ini.
Salah satu peserta yang akan diberangkatkan ke Australia, Nida Husna Abdul Malik, menyatakan kesiapannya. Ia sudah mulai meriset bagaimana komunitas Muslim di sana, budaya masyarakat di sana seperti apa, dan persiapan yang lain supaya dakwah yang akan ia sampaikan sesuai target obyek dakwahnya.
“Saya ingin memastikan materi yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di sana tanpa menimbulkan shock culture,” katanya.