Jangan Asal Terjang! Pengendara Motor Wajib Pastikan Ketinggian Air agar Motor Tidak Rusak
Haris budiman
Selasa, 11 Februari 2025 - 21:38 WIB
Ilustrasi pengendara motor yang terjang banjir (Foto: Federal Oil)
LANGIT7.ID -Musim penghujan melanda di beberapa wilayah Indonesia dengan intensitas hujan yang bisa dibilang tinggi sehinga berpotensi untuk mengakibatkan banjir.
Banjir yang terjadi di jalan-jalan umum membuat pengendara sepeda motor terjebak dan harus memaksakan diri untuk menerjang genangan air akibat banjir.
Saat menerjang banjir, tak jarang sepeda motor menjadi mogok atau mesinnya mati.
Oleh karena itu, pengendara motor wajib mengetahui berapa batas aman agar motor tidak mengalami kerusakaan saat menerjang banjir.
Batas aman untuk menerjang banjir adalah di bawah lubang atau ujung knalpot motor. Selama motor melintas di jalanan yang sedang banjir namun masih dibawah ujung knalpot, motor tidak mengalami trouble.
Namun, jika ketinggian air di atas ujung knalpot, sebaiknya pengendara jangan memaksakan untuk menerjang genangan air.
Apabila dipaksakan menerjang banjir bisa-bisa motor mogok. Batas aman tersebut bisa digunakan untuk sepeda motor non matic, sedangkan untuk motor matic batas amannya adalah ketinggian air mencapai dek motor.
Banjir yang terjadi di jalan-jalan umum membuat pengendara sepeda motor terjebak dan harus memaksakan diri untuk menerjang genangan air akibat banjir.
Saat menerjang banjir, tak jarang sepeda motor menjadi mogok atau mesinnya mati.
Oleh karena itu, pengendara motor wajib mengetahui berapa batas aman agar motor tidak mengalami kerusakaan saat menerjang banjir.
Batas aman untuk menerjang banjir adalah di bawah lubang atau ujung knalpot motor. Selama motor melintas di jalanan yang sedang banjir namun masih dibawah ujung knalpot, motor tidak mengalami trouble.
Namun, jika ketinggian air di atas ujung knalpot, sebaiknya pengendara jangan memaksakan untuk menerjang genangan air.
Apabila dipaksakan menerjang banjir bisa-bisa motor mogok. Batas aman tersebut bisa digunakan untuk sepeda motor non matic, sedangkan untuk motor matic batas amannya adalah ketinggian air mencapai dek motor.