home sports

Liga Putri MilkLife Soccer Challenge Jadi Ajang Pembinaan Atlet Sepak Bola Muda Indonesia

Rabu, 19 Februari 2025 - 14:30 WIB
Liga Putri MilkLife Soccer Challenge Jadi Ajang Pembinaan Atlet Sepak Bola Muda Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Pembinaan atlet sepak bola putri di Indonesia mendapat angin segar melalui gelaran Liga Putri MilkLife Soccer Challenge. Turnamen yang diinisiasi Djarum Foundation ini akan menghadirkan talenta-talenta muda putri terbaik Indonesia dengan rentang usia 12 hingga 16 tahun.

Vivin Cahyani selaku anggota Exco PSSI yang ditunjuk mengurus liga putri di Indonesia memastikan bahwa turnamen ini akan menjadi wadah pengembangan bakat bagi para atlet muda. Gelaran ini menjadi kelanjutan dari turnamen liga putri U-12 yang baru saja diselenggarakan pada Januari 2025, di mana para pesertanya adalah anak perempuan berusia 10-12 tahun.

Program pembinaan ini tidak berhenti pada kompetisi semata. Djarum Foundation membangun ekosistem bagi anak-anak muda dengan target Piala Dunia U-17 di beberapa tahun mendatang.

Untuk memastikan kualitas pembinaan, Djarum Foundation menggandeng pelatih berpengalaman Timo Scheunemann. Fokus utama program ini adalah membangun ekosistem dan menambah sumber daya bagi sepak bola putri, mulai dari pemain pemula hingga penguasaan teknik-teknik dasar seperti dribbling, passing, penguasaan bola, serta pemahaman strategi dan taktik.

Deputi General Manager Community Development Djarum Foundation, Teddy Tjahjono, menyatakan program ini akan menyasar akar rumput. Hal ini terbukti dari antusiasme yang tinggi, seperti yang terjadi di Kota Bandung, di mana seorang pelajar rela pindah sekolah demi bergabung dengan sekolah yang memiliki pelatih sepak bola.

Dalam upaya memaksimalkan program ini, Timo Scheunemann tidak langsung memberikan pelatihan, melainkan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap 20 sekolah di daerah Kudus untuk menilai kualitas sekolah yang ada. Para remaja putri yang menunjukkan potensi kemudian akan diarahkan menuju program extra training.

"Harapannya mereka latihan di SSB, di sekolah, di rumah, plus satu kali dalam seminggu mengikuti extra training. Program ini diadopsi dari negara Jerman, yang mengedepankan 100 scouting point. Contohnya adalah Lukas Podolski, yang diajarkan pola makan yang sehat, sikap profesional, dan menciptakan personal branding ketika berhadapan dengan agency," jelas Timo.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya