Mengenang Sosok Mantan Wakapolri Syafruddin Kambo, Giat Sambangi Masjid, Bantu Beasiswa Ribuan Santri
Haris budiman
Sabtu, 22 Februari 2025 - 10:49 WIB
Dokumentasi foto Syafruddin Kambo dengan Rektor Unida Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi. (Foto: DMI)
LANGIT7.ID-Keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berduka. Mantan wakil kepala kepolisian (wakapolri) Syafruddin Kambo meninggal dunia pada 20 Februari 2025.
"Kami Segenap Keluarga Besar Divisi Humas Polri Mengucapkan: Innalillahiwainnailaihirojiun
Kamis, 20 Februari 2025, Telah Berpulang Ke Rahmatullah, Komjen Pol. (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si (Wakapolri 2016 - 2018)
Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin Yaa Rabbal’Alamin," demikian kabar duka di Instagram resmi Divisi Humas Polri.
Sejumlah kolega mengenang Syafruddin semasa hidup. Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi menyebut Syafruddin sebagai sosok filantropis yang sangat peduli terhadap umat.
Prof. Hamid menuturkan, selama ini zakat umumnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Namun, Syafruddin mengambil langkah berbeda dengan menyalurkan zakat kepada mereka yang sedang menuntut ilmu.
"Ini yang saya rasa perlu menjadi pelajaran bagi Lazis-Lazis di seluruh Indonesia. Mengentaskan kemiskinan memang prioritas, tetapi di antara delapan asnaf zakat, ada fisabilillah—yakni mereka yang sedang menuntut ilmu. Hal ini sering luput dari perhatian para muzakki dan lembaga zakat," ujar Prof. Hamid dalam wawancaranya dengan inilah.com
"Kami Segenap Keluarga Besar Divisi Humas Polri Mengucapkan: Innalillahiwainnailaihirojiun
Kamis, 20 Februari 2025, Telah Berpulang Ke Rahmatullah, Komjen Pol. (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si (Wakapolri 2016 - 2018)
Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin Yaa Rabbal’Alamin," demikian kabar duka di Instagram resmi Divisi Humas Polri.
Sejumlah kolega mengenang Syafruddin semasa hidup. Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi menyebut Syafruddin sebagai sosok filantropis yang sangat peduli terhadap umat.
Prof. Hamid menuturkan, selama ini zakat umumnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Namun, Syafruddin mengambil langkah berbeda dengan menyalurkan zakat kepada mereka yang sedang menuntut ilmu.
"Ini yang saya rasa perlu menjadi pelajaran bagi Lazis-Lazis di seluruh Indonesia. Mengentaskan kemiskinan memang prioritas, tetapi di antara delapan asnaf zakat, ada fisabilillah—yakni mereka yang sedang menuntut ilmu. Hal ini sering luput dari perhatian para muzakki dan lembaga zakat," ujar Prof. Hamid dalam wawancaranya dengan inilah.com