Perubahan Pola Makan Saat Puasa harus Diimbangi Asupan Nutrisi Cukup
Tim langit 7
Selasa, 04 Maret 2025 - 08:05 WIB
ilustrasi
Selama berpuasa Ramadhan, tubuh akan mengalami perubahan pola makan yang meliputi perubahan frekuensi makan yang semula tiga kali sehari berubah menjadi dua kali makan utama saat sahur dan berbuka.
Perubahan pola makan ini harus dibarengi dengan adanya asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh SKM MKes membagikan tips dan rekomendasi makanan yang sehat untuk berbuka puasa.
Laila menyebut selama Ramadhan, terjadi perubahan frekuensi pola makan dan juga pemilihan makanan untuk berbuka. Banyak masyarakat yang memilih mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan lemak untuk berbuka, seperti gorengan dan minuman manis.
Pemilihan makanan dan minuman seperti itu cenderung berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Saat berpuasa metabolisme tubuh juga akan terjadi perubahan. Tubuh akan menggunakan cadangan energi dari glikogen dan lemak untuk beraktivitas. Metabolisme juga akan melambat apabila pola makan tidak seimbang dan kurang aktif bergerak. Kemungkinan terjadi perubahan berat badan, tergantung pada keseimbangan asupan kalori dan aktivitas fisik,” ungkapnya.
Baca juga:Tips Terhindar dari Bau Mulut selama Menjalankan Ibadah Puasa
Perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan baik, seperti detoksifikasi tubuh, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan metabolik. Namun, jika tidak dikontrol bisa berdampak negatif seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, dan peningkatan berat badan.
Perubahan pola makan ini harus dibarengi dengan adanya asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh SKM MKes membagikan tips dan rekomendasi makanan yang sehat untuk berbuka puasa.
Laila menyebut selama Ramadhan, terjadi perubahan frekuensi pola makan dan juga pemilihan makanan untuk berbuka. Banyak masyarakat yang memilih mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan lemak untuk berbuka, seperti gorengan dan minuman manis.
Pemilihan makanan dan minuman seperti itu cenderung berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
“Saat berpuasa metabolisme tubuh juga akan terjadi perubahan. Tubuh akan menggunakan cadangan energi dari glikogen dan lemak untuk beraktivitas. Metabolisme juga akan melambat apabila pola makan tidak seimbang dan kurang aktif bergerak. Kemungkinan terjadi perubahan berat badan, tergantung pada keseimbangan asupan kalori dan aktivitas fisik,” ungkapnya.
Baca juga:Tips Terhindar dari Bau Mulut selama Menjalankan Ibadah Puasa
Perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan baik, seperti detoksifikasi tubuh, pengelolaan berat badan, dan peningkatan kesehatan metabolik. Namun, jika tidak dikontrol bisa berdampak negatif seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, dan peningkatan berat badan.