Mustafa Debu dan Dul Jaelani Rilis Lagu Mabuk Lagi, Satukan Dua Genre Musik Berbeda
Esti setiyowati
Rabu, 05 Maret 2025 - 17:01 WIB
Vokalis grup Debu, Mustafa menggandeng Dul Jaelani dalam single kolaborasi bertajuk Mabuk Lagi.
Vokalis grup Debu, Mustafa menggandeng Dul Jaelani dalam single kolaborasi bertajuk "Mabuk Lagi". Lagu yang dirilis saat Ramadhan ini disebut menyatukan musik dengan pengalaman spiritualitas tentang bentuk cinta yang mendalam.
Melalui rilis resmi, Musfata mengatakan, lagu "Mabuk Lagi" berakar dari pengalaman pribadinya yang sudah diperkenalkan pada musik sejak kecil oleh sang ayah, Shaykh Fattah.
Lagu ini menjadi metamorfosis dari melodi yang pernah ia dengar di masa kecilnya, hingga kini berkembang menjadi karya yang lebih matang.
Single kolaborasi dengan anak bungsu Maia Estianty ini disebut Mustafa lanjutan pesan dari album pertama grup Debu, "Mabuk Cinta".
Baca juga:Impian Dul Jaelani Setelah Menikah, Lihat Tissa Biani Berhijab dan Urus Anak
Dengan tema yang konsisten, lagu ini ingin terus mengajak pendengar untuk merasakan cinta dalam makna spiritual yang lebih mendalam dengan harapan lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap hati manusia.
Sementara Dul Jaelani, menceritakan bahwa dalam karya ini terdapat sentuhan kesenian nusantara membawa seni gambus dan musik tradisional.
Melalui rilis resmi, Musfata mengatakan, lagu "Mabuk Lagi" berakar dari pengalaman pribadinya yang sudah diperkenalkan pada musik sejak kecil oleh sang ayah, Shaykh Fattah.
Lagu ini menjadi metamorfosis dari melodi yang pernah ia dengar di masa kecilnya, hingga kini berkembang menjadi karya yang lebih matang.
Single kolaborasi dengan anak bungsu Maia Estianty ini disebut Mustafa lanjutan pesan dari album pertama grup Debu, "Mabuk Cinta".
Baca juga:Impian Dul Jaelani Setelah Menikah, Lihat Tissa Biani Berhijab dan Urus Anak
Dengan tema yang konsisten, lagu ini ingin terus mengajak pendengar untuk merasakan cinta dalam makna spiritual yang lebih mendalam dengan harapan lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap hati manusia.
Sementara Dul Jaelani, menceritakan bahwa dalam karya ini terdapat sentuhan kesenian nusantara membawa seni gambus dan musik tradisional.