23 Patriot Energi Terpilih untuk Terangi Desa dengan PLTS
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 26 September 2021 - 10:26 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya di tengah hamparan padang rumput/Foto : LANGIT7/iStock
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) mengirim Patriot Energi untuk mendampingi masyarakat menerangi desa dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Sebanyak 23 orang terpilih menjadi Patriot Energi dari 140 orang yang mengikuti seleksi terbuka. Melalui keterangan tertulis, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan Patriot Energi terpilih terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan dengan latar belakang pendidikan sarjana.
Ditambahkan Hendra, patriot terpilih yang rata-rata memiliki pengalaman pendampingan masyarakat minimal tiga tahun ini akan bertugas mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS.
Baca Juga : Raih Pendanaan 3 Bank Internasional, Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai
"Di desa, mereka akan mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS, membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke pemerintah desa, memfasilitasi pemilihan, pelatihan dan sertifikasi operator lokal, membentuk unit pengelola listrik desa, serta membantu memetakan potensi ekonomi desa," katanya.
Mereka akan bertugas kurang lebih selama 18 bulan sebagai fasilitator di 23 desa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah, untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya.
Ke-23 Patriot Energi juga merupakan bagian dari proyek accelerating clean energy to reduce inequality (access), sebuah proyek bersama UNDP dan ESDM yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (Koica). Tujuan utama dari proyek Access adalah menyediakan akses listrik dari energi terbarukan, khususnya tenaga surya, ke desa-desa terpencil di Indonesia dan di Timor Leste.
Sebanyak 23 orang terpilih menjadi Patriot Energi dari 140 orang yang mengikuti seleksi terbuka. Melalui keterangan tertulis, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan Patriot Energi terpilih terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan dengan latar belakang pendidikan sarjana.
Ditambahkan Hendra, patriot terpilih yang rata-rata memiliki pengalaman pendampingan masyarakat minimal tiga tahun ini akan bertugas mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS.
Baca Juga : Raih Pendanaan 3 Bank Internasional, Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai
"Di desa, mereka akan mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS, membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke pemerintah desa, memfasilitasi pemilihan, pelatihan dan sertifikasi operator lokal, membentuk unit pengelola listrik desa, serta membantu memetakan potensi ekonomi desa," katanya.
Mereka akan bertugas kurang lebih selama 18 bulan sebagai fasilitator di 23 desa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah, untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya.
Ke-23 Patriot Energi juga merupakan bagian dari proyek accelerating clean energy to reduce inequality (access), sebuah proyek bersama UNDP dan ESDM yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (Koica). Tujuan utama dari proyek Access adalah menyediakan akses listrik dari energi terbarukan, khususnya tenaga surya, ke desa-desa terpencil di Indonesia dan di Timor Leste.