Gus Baha: Semua Umat Muhammad Berpotensi Dapat Lailatul Qadar
Tim langit 7
Kamis, 20 Maret 2025 - 22:11 WIB
ilustrasi
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menyebut, semua umat Islam berpotensi mendapatkan lailatul qadar di bulan Ramadhan.
Asal tidak maksiat, menjalankan puasa, malam ikut berjamah shalat Isya dan tarawih, bagi Gus Baha, semua umat Nabi Muhammad saw berpotensi mendapat Lailatul Qadar.
"Keyakinan saya, berkah dan luasnya rahmat Allah, semoga selagi itu umat Nabi, ketika waktu itu tidak maksiat, pokoknya saleh-saleh biasa begini, saleh kelas ringan begini asal tidak maksiat, itu tetap mendapat Lailatul Qadar," katanya sebagaimana dikutip dari NU Online, Kamis (20/3/2025).
Gus Baha kemudian menceritakan tentang sejarah adanya malam lailatur qadar. Ia menyebut bahwa lailatur qadar merupakan bonus dari Allah Swt.
Baca juga:6 Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan
Adanya lailatul qadar tersebut, kata Gus Baha, bermula dari Rasulullah saw yang iri atas umur nabi-nabi terdahulu dan dapat beribadah ribuan tahun.
"Nabi Nuh usianya 950 tahun, Nabi Ibrahim 300 ratus tahun. Lalu Nabi iri, [Wah, kalau usianya panjang lalu ibadahnya seperti Nabi Nuh betapa banyak pahalanya. Sedangkan usiaku hanya 63 tahun]. Sebab Nabi iri, Allah kemudian menurunkan surat Innā anzalnāhu fi lailatil qadr," paparnya.
Asal tidak maksiat, menjalankan puasa, malam ikut berjamah shalat Isya dan tarawih, bagi Gus Baha, semua umat Nabi Muhammad saw berpotensi mendapat Lailatul Qadar.
"Keyakinan saya, berkah dan luasnya rahmat Allah, semoga selagi itu umat Nabi, ketika waktu itu tidak maksiat, pokoknya saleh-saleh biasa begini, saleh kelas ringan begini asal tidak maksiat, itu tetap mendapat Lailatul Qadar," katanya sebagaimana dikutip dari NU Online, Kamis (20/3/2025).
Gus Baha kemudian menceritakan tentang sejarah adanya malam lailatur qadar. Ia menyebut bahwa lailatur qadar merupakan bonus dari Allah Swt.
Baca juga:6 Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan
Adanya lailatul qadar tersebut, kata Gus Baha, bermula dari Rasulullah saw yang iri atas umur nabi-nabi terdahulu dan dapat beribadah ribuan tahun.
"Nabi Nuh usianya 950 tahun, Nabi Ibrahim 300 ratus tahun. Lalu Nabi iri, [Wah, kalau usianya panjang lalu ibadahnya seperti Nabi Nuh betapa banyak pahalanya. Sedangkan usiaku hanya 63 tahun]. Sebab Nabi iri, Allah kemudian menurunkan surat Innā anzalnāhu fi lailatil qadr," paparnya.