home global news

Menteri Kebudayaan Resmi Membuka Pameran “SUNTING: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan”

Selasa, 22 April 2025 - 08:37 WIB
Menteri Kebudayaan Resmi Membuka Pameran SUNTING: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka pameran bertajukSUNTING: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan.

Acara yang digelar di Museum Nasional Indonesia ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar; Wakil Menteri Keuangan sekaligus selaku Dewan Pengawas Museum dan Cagar Budaya, Thomas Djiwandono; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; serta sejumlah tokoh nasional lainnya, termasuk Wardiman Djojonegoro, dan Didit Hediprasetyo.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran yang dibuka bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini ini merupakan bagian dari upaya reflektif dan partisipatif untuk menelusuri dan merayakan kontribusi perempuan Indonesia dalam sejarah, budaya, dan masa depan bangsa. “Pameran ini membawa kita menelusuri perjalanan reflektif, perjalanan memahami peran penting perempuan dalam membentuk sejarah bangsa melalui suara, ekspresi, dan karya,” ucapnya, dikutip Selasa (22/4/2025).

Lebih jauh Menbud Fadli menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan RI untuk terus memperkuat perempuan dalam pembangunan nasional yang dinamis, inklusif, dan berkeadilan. “Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendukung berbagai macam inisiatif memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan nasional, serta menjaga warisan budaya bangsa yang inklusif, progresif, berkeadilan,” tegasnya.

Pameran SUNTING: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan dikurasi oleh Citra Smara Dewi, Seniman dan Wakil Rektor Bidang Pendidikan Institut Kesenian Jakarta, bersama kurator independen Sabila Duhita Drijono. Penelitian dalam pameran ini dilaksanakan oleh tim Departemen Sejarah Universitas Indonesia.

Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya, Indira Nurjadin, dalam sambutannya menyatakan bahwa pameran ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang pamer, melainkan ruang dialog dan refleksi. “Kami ingin agar publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian dalam percakapan yang lebih besar tentang masa depan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia,” ujarnya.

Indira juga menyebutkan bahwa “Sunting” dalam tradisi Nusantara memiliki arti sebagai hiasan kepala perempuan yang melambangkan martabat dan identitas. “Pameran ini merupakan bentuk penghormatan terhadap peran penting perempuan dalam membentuk sejarah, budaya, dan arah masa depan bangsa, juga sebagai metafora untuk menyusun ulang narasi sejarah dari sudut pandang perempuan, “ ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya