Pemerintah Andalkan Efisiensi dan Hilirisasi Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Targetkan Hasil di 2026
Tim langit 7
Rabu, 14 Mei 2025 - 17:32 WIB
Pemerintah Andalkan Efisiensi dan Hilirisasi Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Targetkan Hasil di 2026
LANGIT7.ID–Jakarta; Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi fiskal jangka menengah untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global dan domestik. Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa upaya perbaikan belanja negara serta dorongan terhadap hilirisasi industri menjadi dua fokus utama yang diandalkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, saat ini berbagai program prioritas seperti makan siang bergizi dan pembangunan 3 juta rumah mulai diarahkan untuk memberi dampak nyata pada ekonomi. Ia menyebut hilirisasi juga diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah dari sisi produksi.
“Harusnya bulan Mei-Juni kita sudah bisa menjalankan program-program baik itu makan siang bergizi, kemudian rumah rakyat, kemudian 3 juta rumah, dan lain-lain dengan hilirisasi, mudah-mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian kita,” ujar Anggito saat berbicara di forum Kagama Leaders yang membahas dampak Trump Effect, Rabu (14/5/2025).
Anggito menjelaskan bahwa perbaikan kondisi fiskal dimulai dari langkah efisiensi anggaran yang dinilai tidak mudah diterapkan secara merata di semua sektor. Namun, langkah ini dianggap penting untuk menciptakan ruang fiskal yang mendukung daya beli dan investasi jangka panjang.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti perkembangan penerimaan negara yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Menurutnya, sektor perpajakan mencatat tren positif pada kuartal kedua tahun ini.
“Kalau saya lihat penerimaan pajak kita sudah mulai recovery, Maret recovery dari bulan sebelumnya di Januari-Februari, itu menunjukkan bahwa sektor riil kita sudah mulai wakeup juga,” ungkap Anggito.
Ia menyebut bahwa stabilisasi penerimaan pajak selama dua bulan terakhir yakni Maret dan April, menjadi sinyal positif bahwa perekonomian domestik mulai bergerak kembali.
Menurutnya, saat ini berbagai program prioritas seperti makan siang bergizi dan pembangunan 3 juta rumah mulai diarahkan untuk memberi dampak nyata pada ekonomi. Ia menyebut hilirisasi juga diharapkan bisa menjadi pengungkit nilai tambah dari sisi produksi.
“Harusnya bulan Mei-Juni kita sudah bisa menjalankan program-program baik itu makan siang bergizi, kemudian rumah rakyat, kemudian 3 juta rumah, dan lain-lain dengan hilirisasi, mudah-mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian kita,” ujar Anggito saat berbicara di forum Kagama Leaders yang membahas dampak Trump Effect, Rabu (14/5/2025).
Anggito menjelaskan bahwa perbaikan kondisi fiskal dimulai dari langkah efisiensi anggaran yang dinilai tidak mudah diterapkan secara merata di semua sektor. Namun, langkah ini dianggap penting untuk menciptakan ruang fiskal yang mendukung daya beli dan investasi jangka panjang.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti perkembangan penerimaan negara yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Menurutnya, sektor perpajakan mencatat tren positif pada kuartal kedua tahun ini.
“Kalau saya lihat penerimaan pajak kita sudah mulai recovery, Maret recovery dari bulan sebelumnya di Januari-Februari, itu menunjukkan bahwa sektor riil kita sudah mulai wakeup juga,” ungkap Anggito.
Ia menyebut bahwa stabilisasi penerimaan pajak selama dua bulan terakhir yakni Maret dan April, menjadi sinyal positif bahwa perekonomian domestik mulai bergerak kembali.