home wirausaha syariah

Flexi Mitra Jadi Andalan, Bank Mega Syariah Bidik Nasabah Muhammadiyah, NU, hingga Ekosistem CT Corp

Senin, 16 Juni 2025 - 14:35 WIB
Flexi Mitra Jadi Andalan, Bank Mega Syariah Bidik Nasabah Muhammadiyah, NU, hingga Ekosistem CT Corp
LANGIT7.ID-Jakarta;Di tengah iklim ekonomi yang menuntut kehati-hatian, Bank Mega Syariah memusatkan inovasi pada produk pembiayaan tanpa agunan Flexi Mitra. Program berbasis payroll ini kini menyasar karyawan entitas besar—mulai dari jaringan usaha Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sampai ekosistem CT Corp—sebagai motor pertumbuhan bisnis konsumer bank.

Raksa Jatnika Budi, Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, menegaskan optimisme tersebut. “Kami melihat peluang di bisnis Flexi Mitra yang sangat besar. Kontribusi Flexi Mitra diharapkan dapat terus bertumbuh. Karena berbasis payroll, Flexi Mitra juga memiliki risiko yang lebih rendah karena nasabah memiliki pendapatan tetap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/6/2025).

Agar penetrasi semakin agresif, bank mempercepat perekrutan Area Officer Consumer (AOC) di berbagai wilayah. Kehadiran AOC diharapkan mempererat relasi dengan perusahaan mitra, mempercepat proses verifikasi, sekaligus menawarkan special pricing, proses mudah, dan layanan eksklusif bagi segmen affluent.

Untuk mendukung perluasan pasar ini, Bank Mega Syariah juga terus menyempurnakan fitur dan manfaat produk Flexi Mitra agar semakin kompetitif di segmennya. Produk ini menggunakan akad syariah Murabahah, Ijarah, atau MMQ, dengan plafon hingga Rp 200 juta, tenor maksimal 60 bulan, dan angsuran tetap. Dukungan digital end-to-end membuat proses pengajuan kian ringkas, sejalan dengan dorongan internal bank untuk terus berinovasi.

“Kondisi saat ini menuntut industri perbankan untuk lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasar dengan menghadirkan produk yang lebih kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah. Selain itu, inovasi digital menjadi semakin penting untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kenyamanan nasabah,” katanya.

Strategi tersebut langsung tercermin pada kinerja pembiayaan konsumer. Per Mei 2025, total pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah menembus Rp 482 miliar—melonjak 37,3% dibandingkan Mei 2024. Angka ini kontras dengan tren industri; per April 2025, kredit konsumsi perbankan nasional hanya tumbuh 9,5%, melambat dari 10% pada periode sama tahun lalu.

Di luar segmen payroll, portofolio konsumer didorong oleh pembiayaan pemilikan rumah Flexi Home dan pembiayaan multiguna Flexi Multiguna yang sudah menembus Rp 284 miliar atau lebih dari 58% total pembiayaan konsumer.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya