home global news

Keputusan Presiden Prabowo melewatkan KTT G-7 Dan Pilih Berkunjung ke Rusia, Picu Sorotan Atas Netralitas Indonesia

Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:59 WIB
Keputusan Presiden Prabowo melewatkan KTT G-7 Dan Pilih Berkunjung ke Rusia, Picu Sorotan Atas Netralitas Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Keputusan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk tidak menghadiri KTT Kelompok Tujuh (G-7) dan memilih berkunjung ke Rusia dinilai para pengamat bukanlah penolakan kasar terhadap Barat, melainkan sinyal jelas dari pendekatan asertif dan personalnya dalam kebijakan luar negeri.

Menurut para pengamat, langkah ini menegaskan niat Jakarta untuk menempuh jalur lebih independen dan meningkatkan profil diplomatiknya.

Namun mereka memperingatkan, kecenderungan yang terlalu terang-terangan ke Moskow dapat mempertanyakan komitmen Indonesia yang selama ini dijaga untuk tetap netral, terutama di tengah kian menguatnya perpecahan global.

"Ini adalah sinyal kedaulatan – bahwa Indonesia tidak ingin terikat pada satu kekuatan," kata Dr. Hendra Manurung, pengajar diplomasi pertahanan di Universitas Pertahanan Indonesia, kepada The Straits Times yang dikutip langit7.id.

Dia mengatakan kunjungan ke Rusia mencerminkan strategi diplomasi multipolar yang lincah – mempertahankan hubungan dengan semua kekuatan besar alih-alih memihak satu blok.

Dr. Fitriani Bintang Timur, analis pertahanan di Australian Strategic Policy Institute, menyebut India sebagai contoh relevan.

Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Oktober 2024, namun India tetap menjadi bagian dari Quad – kelompok yang beranggotakan AS, Jepang, dan Australia – yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya