home global news

Kementerian Kebudayaan Peringati Hari Sastra Indonesia ke-12 dan Luncurkan Buku Taufiq Ismail

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:13 WIB
Kementerian Kebudayaan Peringati Hari Sastra Indonesia ke-12 dan Luncurkan Buku Taufiq Ismail
LANGIT7.ID–Jakarta;Jelang Hari Sastra Indonesia yang jatuh pada 3 Juli, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Peringatan Hari Sastra Indonesia ke-12 yang diselenggarakan di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A, Kompleks Kemendikbudristek. Pada kesempatan ini, turut diluncurkan enam jilid buku 90 Tahun Taufiq Ismail sebagai bentuk penghargaan atas kiprah dan dedikasi salah satu maestro sastra Indonesia tersebut. Gelaran ini menjadi bukti komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem sastra nasional.

Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasinya. “Tema kegiatan yang bertajuk Mengakar ke Bumi, Menggapai ke Langit ini diambil dari judul antologi puisi Pak Taufiq Ismail, frasa yang mencerminkan keseimbangan akar yang kuat pada nilai tradisi, lingkungan dan kehidupan nyata, sekaligus aspirasi tinggi untuk bermimpi, berinovasi, meneruskan warisan budaya ke ranah yang lebih luas dan mendorong perubahan yang positif. Ini juga ungkapan mencerminkan peran sastra sebagai akar yang menggambarkan perjalanan budaya, cermin kehidupan manusia, dan ini adalah bagian yang sangat penting bagi ekosistem ke depan.”

Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen memperkuat ekosistem sastra yang berkelanjutan melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku sastra, penguatan komunitas dan festival sastra, pengayaan medium dan ekspresi sastra, hingga mendorong internasionalisasi sastra Indonesia. “Kementerian Kebudayaan tentu saja memberikan ruang bagi sastra untuk mendorong proses pemajuan kebudayaan nasional. Sekarang kita membuat Laboratorium Penerjemah Sastra karena banyak karya-karya sastra kita yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris terutama, dan juga bahasa-bahasa lain,” jelasnya.

Menbud Fadli melanjutkan, untuk memperkuat ekosistem sastra, Kementerian Kebudayaan meluncurkan beberapa program, di antaranya program Laboratorium Penerjemah dan Promotor Sastra, festival sastra, pembuatan komunitas sastra, Manajemen Talenta Nasional bidang sastra, pengembangan sastra berbasis kekayaan intelektual, dan promosi sastra. “Penguatan festival dan komunitas di berbagai daerah, pengayaan medium dan ekspresi, serta internasionalisasi karya, diharapkan menjadikan sastra Indonesia tumbuh masif dan merata hingga pelosok. Dengan demikian, sastra menjadi sarana konkret memperkuat jati diri bangsa dalam menghadapi dinamika dunia global,” jelas Menbud Fadli.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan mengapresiasi perjalanan panjang Taufiq Ismail atas kontribusinya dalam dunia sastra Indonesia melalui peluncuran enam jilid buku 90 Tahun Taufiq Ismail yang memuat kumpulan karya-karyanya dari masa ke masa.

Menbud Fadli menuturkan, “Taufiq Ismail adalah nama besar dalam sastra Indonesia. Karya-karya beliau yang melintasi tiga zaman menjadi saksi banyak peristiwa. Ia merupakan penyair yang terlibat dalam setiap pergeseran sosial budaya dan politik yang terjadi di Indonesia. Dan tidak hanya itu juga, dalam tonggak perjalanan kebudayaan Nusantara, 59 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1966, Taufiq Ismail mendirikan majalah sastra Horison bersama Mochtar Lubis, P.K. Ojong, Arief Budiman, dan Zaini.”

Taufiq Ismail, menurut Menbud Fadli, juga mendedikasikan hidupnya di dunia sastra dengan mendirikan Rumah Puisi Taufiq Ismail di Aie Angek, Sumatra Barat. “Sebagai seorang penyair yang melintasi banyak zaman, Taufiq Ismail telah mendedikasikan hidup bagi kemajuan sastra Indonesia. Waktu, tenaga, dan pikiran tak pernah lepas dari sastra dan budaya. Warisan kerja beliau dan karya yang terbentang nyata bukan menjadikan beliau seorang penyair individualis yang berdiri di Menara Gading, tapi terus terlibat di dalam berbagai macam pergeseran-pergeseran sosial dan budaya,” jelas Menbud Fadli.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya