Kementerian Kebudayaan Dorong Museum Go Digital Lewat Pameran Pusaka Nusantara 2025
LANGIT7.ID-Bandung; Pameran Nasional Pusaka Nusantara pada tahun ini kembali diselenggarakan, berlokasi di Museum Sri Baduga, Bandung, Jawa Barat. Pameran yang menampilkan238 koleksi dari 26 museum di seluruh Indonesia dibuka secararesmi oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dan menekankanbahwa pameran ini merupakan langkah strategis dalammengembangkan ekosistem museum di Indonesia.
Di tahun 2025 ini, terdapat tiga pameran bersama berskalanasional dengan tema yang berbeda, antara lain: Pameran Kain Tradisional Nusantara, Pameran Alat Musik TradisionalNusantara, dan Pameran Nasional Pusaka Nusantara.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon pada sambutannyamenyampaikan jika saat ini sedang menyusun sistem klasifikasimuseum dengan standar A, B, C, seperti sistem peringkat di sekolah, dan akan berdampak langsung pada penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK). "Ke depan, kita dorong kemitraandengan sektor swasta (public-private partnership) agar pemajuan museum tidak hanya bergantung pada pemerintah," ungkapnya.
"Yang tidak kalah penting adalah koleksi. Di Museum Nasional saja, ada sekitar 194.000 artefak yang kini sedangdireinventarisasi dan dinilai kembali. Saya berharap museum-museum di daerah juga melakukan hal yang sama. Banyak koleksi luar biasa, tetapi pendataannya belum diperbarui. Kita perlu tahu nilai koleksi ini sebagai bagian dari kekayaannasional, bukan untuk diperjualbelikan, tetapi sebagai bentukpenghargaan dan pengakuan," sambungnya.
Menbud Fadli kemudian menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan juga akan memberikan Anugerah Museum Terbaiksebagai bentuk apresiasi kepada pengelola museum. Penilaiannya menurutnya akan mencakup kualitas koleksi, narasi (storyline), tata pamer, pengelolaan, hingga inovasiteknologi.
Selanjutnya Menbud juga menekankan tentang layananpengunjung. "Kita harus mendorong lebih banyak pengunjungdi seluruh museum, termasuk di daerah. Pengunjung akandatang jika museum nyaman, menarik, dan interaktif. Pemanfaatan teknologi digital, bahkan AI, akan menjadi kuncike depan. Dan museum tidak boleh hanya menjadi bebananggaran. Ia harus menjadi sumber pendapatan. Di berbagainegara, museum-museum besar memperoleh 50% pendapatannya dari penjualan merchandise," jelas MenbudFadli Zon.
Ke depannya, Menbud mendorong agar pameran seperti initidak hanya terbatas pada wastra, pusaka, dan alat musiktradisional, tapi juga pameran bertema pangan tradisional, permainan tradisional, topeng Nusantara, regalia kerajaan, dan perhiasan khas daerah.
"Semoga revitalisasi Museum Sri Baduga dan Pameran PusakaNusantara ini menjadi tonggak penting dalam kebangkitanpermuseuman nasional. Mari kita jadikan museum sebagairuang belajar, ruang dialog, dan ruang pertemuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan bangsa Indonesia," tutupMenteri Fadli Zon.