Pasar Raya Budaya Jawa Tengah Resmi Dibuka, Fadli Zon Ajak Gotong Royong Lestarikan Warisan
Tim langit 7
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:45 WIB
Pasar Raya Budaya Jawa Tengah Resmi Dibuka, Fadli Zon Ajak Gotong Royong Lestarikan Warisan
LANGIT7.ID-Surakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri dan meresmikan pembukaan “Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 Tahun 2025”. Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini dihelat di Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah, kota Surakarta. Dalam sambutannya, Menteri Fadli mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam upaya bersama memajukan kebudayaan Indonesia.
“Apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara, kepada Gubernur Jawa Tengah dan jajaran atas terlaksananya kegiatan-kegiatan produktif untuk pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah. Pasar Raya adalah momentum strategis yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersinergi dalam melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya bangsa,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (1/8/2025).
Pasar Raya merupakan singkatan dari Pagelaran Seni Rakyat dan Budaya yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024. Kegiatan ini digelar melalui perhelatan seni dan budaya yang disinergikan dengan ekosistem ekonomi budaya di Jawa Tengah. Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 diselenggarakan selama lima belas hari ke depan, mulai tanggal 1 hingga 15 Agustus 2025, diikuti oleh kelompok/sanggar seni se-kabupaten dan kota di Jawa Tengah, pameran seni rupa, pameran Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, bazar UMKM, permainan tradisional, hingga wahana hiburan rakyat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya dinilai tidak hanya sebagai upaya pelestarian warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal. “Kami meyakini bahwa budaya dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan yang erat. Seni pertunjukan, tari, dan bentuk ekspresi budaya lainnya adalah bagian dari ekonomi kreatif. Di Jawa Tengah, sektor ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penyelenggaraan event-event budaya seperti ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal”, paparnya.
Mengusung tema "Cangcut Gumregut Hangrumat lan Hanggelar Budaya Jawa Tengah" yang memiliki arti sebuah tekad bersama dalam menggelar seni budaya untuk pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah, Menbud Fadli menilai tema ini relevan dalam menggambarkan semangat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan berbasis partisipasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama, dan kegiatan seperti Pasar Raya merupakan bentuk nyata dari komitmen tersebut.
“Pemajuan kebudayaan bukan hanya tugas pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota, tapi menjadi tugas kitasemua, termasuk para pelaku budaya, maestro, seniman, dan budayawan. Kita juga berharap seluruh pihak terlibat, termasuk korporasi, swasta, perseorangan, serta kalangan filantropis,” tegasnya.
Menteri Fadli juga menyoroti peran strategis Taman Budaya sebagai wadah pelestarian Warisan Budaya Takbenda. “Kita berharap taman budaya bisa menjadietalase, kantong kebudayaan, yang dapat memeriahkan dan menghidupkanwarisan budaya takbenda. Museum-museum bisa menjadi etalasecagar budaya, sementara taman-taman budaya menghidupkan budaya yang dinamis dan terus berkembang.” jelasnya.
“Apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara, kepada Gubernur Jawa Tengah dan jajaran atas terlaksananya kegiatan-kegiatan produktif untuk pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah. Pasar Raya adalah momentum strategis yang mempertemukan berbagai pihak untuk bersinergi dalam melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya bangsa,” ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (1/8/2025).
Pasar Raya merupakan singkatan dari Pagelaran Seni Rakyat dan Budaya yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024. Kegiatan ini digelar melalui perhelatan seni dan budaya yang disinergikan dengan ekosistem ekonomi budaya di Jawa Tengah. Pasar Raya Taman Budaya Jawa Tengah ke-2 diselenggarakan selama lima belas hari ke depan, mulai tanggal 1 hingga 15 Agustus 2025, diikuti oleh kelompok/sanggar seni se-kabupaten dan kota di Jawa Tengah, pameran seni rupa, pameran Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, bazar UMKM, permainan tradisional, hingga wahana hiburan rakyat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya dinilai tidak hanya sebagai upaya pelestarian warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal. “Kami meyakini bahwa budaya dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan yang erat. Seni pertunjukan, tari, dan bentuk ekspresi budaya lainnya adalah bagian dari ekonomi kreatif. Di Jawa Tengah, sektor ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penyelenggaraan event-event budaya seperti ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal”, paparnya.
Mengusung tema "Cangcut Gumregut Hangrumat lan Hanggelar Budaya Jawa Tengah" yang memiliki arti sebuah tekad bersama dalam menggelar seni budaya untuk pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah, Menbud Fadli menilai tema ini relevan dalam menggambarkan semangat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan berbasis partisipasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama, dan kegiatan seperti Pasar Raya merupakan bentuk nyata dari komitmen tersebut.
“Pemajuan kebudayaan bukan hanya tugas pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten/kota, tapi menjadi tugas kitasemua, termasuk para pelaku budaya, maestro, seniman, dan budayawan. Kita juga berharap seluruh pihak terlibat, termasuk korporasi, swasta, perseorangan, serta kalangan filantropis,” tegasnya.
Menteri Fadli juga menyoroti peran strategis Taman Budaya sebagai wadah pelestarian Warisan Budaya Takbenda. “Kita berharap taman budaya bisa menjadietalase, kantong kebudayaan, yang dapat memeriahkan dan menghidupkanwarisan budaya takbenda. Museum-museum bisa menjadi etalasecagar budaya, sementara taman-taman budaya menghidupkan budaya yang dinamis dan terus berkembang.” jelasnya.