home masjid

Rabi‘ah al-Adawiyah: Perempuan yang Menyalakan Cahaya di Basrah

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Kisah Rabiah diceritakan ulang oleh para penulis dan sufi besar. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Angin gurun berembus dingin, menyapu jalan-jalan sempit Basrah yang mulai sepi. Lentera minyak bergoyang di teras rumah-rumah tanah liat, memantulkan cahaya redup ke pasir yang menghampar. Di kejauhan, langkah kaki terdengar: ringan, tapi teratur.

Seorang perempuan berjubah wol sederhana melangkah pelan. Di tangan kanannya, sebuah obor kecil; di tangan kirinya, kendi berisi air.

“Rabi‘ah, ke mana engkau hendak pergi malam-malam begini?” tanya seorang lelaki tua yang duduk di depan rumahnya.

Rabi‘ah berhenti sejenak, menatapnya dengan mata yang menyala, meski wajahnya teduh. “Aku hendak membakar surga dan memadamkan neraka,” jawabnya.

Lelaki tua itu tertegun. “Mengapa?”

“Agar manusia menyembah Allah bukan karena berharap pahala atau takut siksa,” ujarnya lirih. “Tetapi semata karena cinta kepada-Nya.”

Dialog itu kelak menjadi salah satu kisah paling abadi tentang Rabi‘ah al-Adawiyah, perempuan sufi abad ke-8 yang menyalakan api tasawuf dengan bahasa cinta. Sumber-sumber klasik seperti Tadhkirat al-Awliya’karya Fariduddin Attar (Attar, 1976) menggambarkannya bukan hanya sebagai ahli ibadah, tapi juga revolusioner rohani.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya