Indonesia-Iran Bahas Kerja Sama Budaya di CHANDI 2025, Tradisi Iftar Diusulkan Jadi Warisan UNESCO
Tim langit 7
Rabu, 03 September 2025 - 10:29 WIB
Indonesia-Iran Bahas Kerja Sama Budaya di CHANDI 2025, Tradisi Iftar Diusulkan Jadi Warisan UNESCO
LANGIT7.ID-Denpasar;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, lakukan pertemuan bilateral dengan Republik Islam Iran dalam gelaran CHANDI 2025. Berlangsung di The Meru Sanur, Menbud Fadli Zon sampaikan peluang kerja sama kedua negara dalam penerjemahan sastra, kaligrafi, pertukaran pemuda dan tenaga akademisi, pameran fotografi, dan festival film. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan Iran yang memiliki catatan sejarah dan budaya yang kuat.
Menbud Fadli Zon menyambut dengan hangat kehadiran para delegasi yang dikepalai oleh Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan, Hojatollah Ayoubi. “Terima kasih atas kehadiran delegasi dari Republik Islam Iran, ini juga menegaskan hubungan diplomasi Indonesia dan Iran yang telah berlangsung selama 75 tahun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/9/2025).
Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Republik Islam Iran, Hojatollah Ayoubi, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan CHANDI sebagai forum dialog budaya internasional pertama yang digagas Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan.
Baca juga: Menbud RI Sambut Delegasi CHANDI 2025 di Bali, Tekankan Diplomasi Budaya untuk Perdamaian dan Masa Depan
“Kami senang akhirnya berkesempatan hadir di Indonesia. Dulu kita sering berbicara tentang sektor ekonomi, kini kita berbicara tentang kebudayaan, seni, sejarah, dan peradaban yang menjadi kekuatan kita bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indonesia dan Iran menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan Cultural Cooperation Agreement yang telah lama menjadi fondasi hubungan kebudayaan kedua negara. Perjanjian kerja sama kebudayaan ini pertama kali ditandatangani tahun 1970 dan secara konsisten diperbarui, dengan pembaruan terbaru berupa Agreement on Cultural Exchange Program between Iran and Indonesia (2023-2026).
Iran menyoroti potensi kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari industri perfilman, pameran kaligrafi, pertukaran profesor dan pelajar, hingga restorasi warisan budaya. “Industri sinema Iran dikenal secara global karena karakternya yang puitis. Kami terbuka untuk kolaborasi produksi bersama dengan sutradara dan produser Indonesia. Selain itu, orkestra kami juga dapat menjadi ruang kerja sama dalam mempererat hubungan,” tambahnya.
Menbud Fadli Zon menyambut dengan hangat kehadiran para delegasi yang dikepalai oleh Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan, Hojatollah Ayoubi. “Terima kasih atas kehadiran delegasi dari Republik Islam Iran, ini juga menegaskan hubungan diplomasi Indonesia dan Iran yang telah berlangsung selama 75 tahun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/9/2025).
Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Republik Islam Iran, Hojatollah Ayoubi, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan CHANDI sebagai forum dialog budaya internasional pertama yang digagas Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan.
Baca juga: Menbud RI Sambut Delegasi CHANDI 2025 di Bali, Tekankan Diplomasi Budaya untuk Perdamaian dan Masa Depan
“Kami senang akhirnya berkesempatan hadir di Indonesia. Dulu kita sering berbicara tentang sektor ekonomi, kini kita berbicara tentang kebudayaan, seni, sejarah, dan peradaban yang menjadi kekuatan kita bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indonesia dan Iran menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan Cultural Cooperation Agreement yang telah lama menjadi fondasi hubungan kebudayaan kedua negara. Perjanjian kerja sama kebudayaan ini pertama kali ditandatangani tahun 1970 dan secara konsisten diperbarui, dengan pembaruan terbaru berupa Agreement on Cultural Exchange Program between Iran and Indonesia (2023-2026).
Iran menyoroti potensi kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari industri perfilman, pameran kaligrafi, pertukaran profesor dan pelajar, hingga restorasi warisan budaya. “Industri sinema Iran dikenal secara global karena karakternya yang puitis. Kami terbuka untuk kolaborasi produksi bersama dengan sutradara dan produser Indonesia. Selain itu, orkestra kami juga dapat menjadi ruang kerja sama dalam mempererat hubungan,” tambahnya.