home global news

Kementerian Kebudayaan dan Uzbekistan Sepakat Susun MoU untuk Perkuat Kerja Sama Kebudayaan

Jum'at, 05 September 2025 - 22:29 WIB
Kementerian Kebudayaan dan Uzbekistan Sepakat Susun MoU untuk Perkuat Kerja Sama Kebudayaan
LANGIT7.ID-Denpasar;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melanjutkan rangkaian pertemuan bilateral dengan negara sahabat dalam gelaran Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di The Meru Sanur, Bali. Menbud Fadli Zon melakukan diskusi bersama Wakil Menteri Kebudayaan Republik Uzbekistan, Yusufjon Usmanov, bahas inisiasi penguatan hubungan bilateral di bidang kebudayaan yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman.

Mengawali pertemuan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi kehadiran para delegasi Republik Uzbekistan di Bali untuk menghadiri CHANDI 2025. “CHANDI 2025 adalah platform yang menjanjikan dalam bidang kebudayaan. Rencananya tahun depan kami akan adakan kembali di kota yang berbeda,” tuainya dalam keterangan resmi, Jumat (5/9/2025).

Apresiasi serupa juga datang dari Wakil Menteri Kebudayaan Republik Uzbekistan, Yusufjon Usmanov Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Indonesia dan menegaskan bahwa partisipasi Republik Uzbekistan di CHANDI 2025 menjadi pengalaman pertama dalam forum internasional kebudayaan berskala besar.

Indonesia-Uzbekistan telah melakukan banyak kolaborasi. Seperti halnya, pertunjukan teatrikal yang menggambarkan tokoh penting kedua negara, Imam Al-Bukhari dan Sukarno. Pertunjukan yang berlangsung April 2025 tersebut, menjadi pengingat bahwa kedua negara memiliki catatan latar belakang sejarah yang kuat dan berkelindan. Tak hanya itu, Indonesia juga aktif berpartisipasi dalam giat budaya yang diselenggarakan Uzbekistan, seperti halnya pencak silat dan festival tari.

Lebih lanjut, Menbud FadIi Zon memaparkan sejumlah kerja sama yang dapat dilakukan ke depan. “Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama, dalam hal warisan budaya, produksi film bersama, dan eksplorasi program untuk seniman musik,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wamenbud Yusufjon Usmanov telah memetakan enam kerangka kerja sama untuk ditelaah lebih lanjut. Butir ini diharapkan dapat dituangkan ke dalam nota kesepahaman. Uzbekistan menekankan bahwa proyeksi kerja sama kebudayaan di masa mendatang memerlukan payung hukum yang dapat disepakati kedua negara.

Enam usulan kerja sama kebudayaan tersebut, meliputi; penguatan kerangka hukum melalui penandatanganan perjanjian bilateral di bidang kebudayaan; penguatan hubungan people-to-people salah satunya dengan penyelenggaraan Hari Uzbekistan dan sebaliknya di kedua negara pada 2026-2027; pertukaran tenaga ahli yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif; kolaborasi dalam pertunjukan teater, pendidikan budaya, dan fasilitasi pendukungan kegiatan; mendorong kerja sama dalam literasi budaya, performing arts, dan giat budaya lainnya ke level yang lebih tinggi dengan jumlah peserta yang lebih besar; dan kolaborasi produksi film bersama tentang Sukarno dan Imam Al-Bukhari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya