KH Anwar Iskandar Desak OKI Bertindak, Hentikan Genosida Brutal Israel di Gaza
Tim langit 7
Senin, 15 September 2025 - 09:53 WIB
Ketua Umum MUI Pusat, KH Anwar Iskandar. Dok: MUI
LANGIT7.ID-Jakarta;Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, kembali menyoroti krisis kemanusiaan yang menimpa warga Gaza. Ia menekankan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tidak bisa lagi berdiam diri dan harus segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan praktik genosida yang dilakukan Israel.
Menurutnya, situasi terbaru semakin memperlihatkan kebrutalan Israel terhadap rakyat sipil. Karena itu, OKI perlu memperluas jalur diplomasi ke arah negara-negara Barat yang kini mulai membuka diri terhadap pengakuan kemerdekaan Palestina.
"Sesuai dengan spirit pendirian OKI tahun 1969, maka sudah saatnya kini OKI mengambil langkah strategis ke negara-negara Barat yang saat ini mulai memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," kata Kiai Anwar dilansir MUI Digital, Senin (15/9/2025).
Kiai Anwar menyebut, agresi Israel semakin meluas. Pada Selasa (9/9/2025), militer Israel bahkan melakukan serangan besar-besaran di wilayah Qatar dengan dalih menghancurkan basis Hamas. Sebelumnya, serangan serupa juga diarahkan ke Yordania dan Suriah, menyusul jejak serangan ke Irak, Yaman, hingga Lebanon. Dari semua negara yang pernah menjadi target, hanya Iran yang berani memberikan respons keras terhadap Israel.
Sebagai Wakil Rais Aam PBNU, ia menekankan pentingnya konsolidasi internal di tubuh OKI agar bisa tampil lebih solid dalam membela rakyat Gaza. Ia meyakini bahwa perluasan diplomasi dengan negara-negara Barat dan Amerika Latin yang secara terbuka menyatakan dukungan, seperti Spanyol, Irlandia, Polandia, Norwegia, hingga kawasan Amerika Selatan, akan membawa hasil yang berbeda.
"Oleh karena itu kami mendorong agar OKI segera menggandeng negara-negara Barat dan Amerika Latin untuk mengakhiri tindakan Israel yang sangat keji itu," tegas Kiai Anwar.
Lebih jauh, ia menilai OKI juga mesti berani menempuh langkah diplomasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat. Meski diakuinya bukan perkara mudah, meyakinkan Presiden Donald Trump untuk menekan Israel agar menghentikan genosida tetap harus diupayakan.
Menurutnya, situasi terbaru semakin memperlihatkan kebrutalan Israel terhadap rakyat sipil. Karena itu, OKI perlu memperluas jalur diplomasi ke arah negara-negara Barat yang kini mulai membuka diri terhadap pengakuan kemerdekaan Palestina.
"Sesuai dengan spirit pendirian OKI tahun 1969, maka sudah saatnya kini OKI mengambil langkah strategis ke negara-negara Barat yang saat ini mulai memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," kata Kiai Anwar dilansir MUI Digital, Senin (15/9/2025).
Kiai Anwar menyebut, agresi Israel semakin meluas. Pada Selasa (9/9/2025), militer Israel bahkan melakukan serangan besar-besaran di wilayah Qatar dengan dalih menghancurkan basis Hamas. Sebelumnya, serangan serupa juga diarahkan ke Yordania dan Suriah, menyusul jejak serangan ke Irak, Yaman, hingga Lebanon. Dari semua negara yang pernah menjadi target, hanya Iran yang berani memberikan respons keras terhadap Israel.
Sebagai Wakil Rais Aam PBNU, ia menekankan pentingnya konsolidasi internal di tubuh OKI agar bisa tampil lebih solid dalam membela rakyat Gaza. Ia meyakini bahwa perluasan diplomasi dengan negara-negara Barat dan Amerika Latin yang secara terbuka menyatakan dukungan, seperti Spanyol, Irlandia, Polandia, Norwegia, hingga kawasan Amerika Selatan, akan membawa hasil yang berbeda.
"Oleh karena itu kami mendorong agar OKI segera menggandeng negara-negara Barat dan Amerika Latin untuk mengakhiri tindakan Israel yang sangat keji itu," tegas Kiai Anwar.
Lebih jauh, ia menilai OKI juga mesti berani menempuh langkah diplomasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat. Meski diakuinya bukan perkara mudah, meyakinkan Presiden Donald Trump untuk menekan Israel agar menghentikan genosida tetap harus diupayakan.