home global news

Konferensi UNAS: Fadli Zon Gaungkan Identitas Melayu di Kancah Global

Rabu, 17 September 2025 - 19:19 WIB
Konferensi UNAS: Fadli Zon Gaungkan Identitas Melayu di Kancah Global
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menyampaikan pidato kunci dalam Konferensi Internasional Peradaban Melayu Dunia dengan tema “Memperkuat Hubungan Kohesif dalam Menghadapi Tantangan Peradaban Baru Dunia”. Konferensi yang digelar di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta ini merupakan ruang interaktif yang mempertemukan para cendekiawan, peneliti, seniman, dan pecinta warisan Melayu untuk menjaga warisan budaya Melayu sekaligus mendorong inovasi lokal agar relevan dengan zaman, serta memperkuat jejaring kolaborasi lintas negara.

Dalam pidatonya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menekankan pentingnya representasi peradaban Melayu di kancah global. “Peradaban Melayu adalah salah satu peradaban tua yang kaya akan ekspresi budaya. Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan peradaban Melayu tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Menteri Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).

Menbud Fadli Zon menambahkan bahwa Indonesia memiliki peradaban yang sangat kaya dengan berbagai macam warisan dan ekspresi budaya, termasuk salah satunya adalah budaya Melayu. “Dari warisan budaya tak benda di Indonesia, kita mencatat di tingkat nasional berjumlah 2.213. Potensinya mencapai 50.000, mulai dari ritus, manuskrip, tradisi lisan, permainan tradisional, olahraga tradisional, sastra, dan banyak lagi. Kemudian di bidang seninya ada film, musik, seni pertunjukan, teater, tari-tarian, dan lain-lain. Banyak sekali ekspresi budaya kita yang sangat kaya yang termasuk di dalamnya adalah budaya melayu. Kekayaan budaya dari Indonesia ini bisa kita sebut sebagai Mega Diversity,” ucapnya.

Lebih lanjut, Menbud menambahkan bahwa Indonesia memiliki diaspora Melayu yang sangat besar dan tersebar di seluruh dunia. Salah satu yang terbesar adalah di Cape Town, Afrika Selatan. “Namun, para diaspora tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia-Melayu. Padahal mereka memiliki ikatan batin dengan Indonesia. Ini patut menjadi PR kita bersama,” jelas Menbud.

Dalam konteks Kebudayaan, Melayu merupakan simpul peradaban maritim yang jalur lautnya menjadi nadi ekonomi dalam menghubungkan berbagai negara seperti India, Tiongkok, Timur Tengah, hingga Afrika. Catatan sejarah turut menunjukan bahwa sejak abad ke-7 Masehi, Bahasa Melayu sudah digunakan dalam Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 683 Masehi di Palembang, Sumatera Selatan; Prasasti Talang Tuwo pada 683 Masehi sebagai bahasa resmi Kerajaan Sriwijaya; dan Prasasti Karang Berahi pada 686 Masehi ditemukan di Jambi yang ditulis menggunakan aksara Palawa dan berbahasa Melayu kuno. Bahasa ini kemudian berkembang menjadi lingua franca atau bahasa penghubung yang digunakan oleh para pedagang, pemimpin, serta para cendikiawan di Asia Tenggara untuk saling berkomunikasi.

“Bahasa tersebut terus berkembang dan kemudian diresmikan menjadi Bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober oleh para pemimpin Indonesia terdahulu. Hal ini menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan atau binding power yang memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi antar warga negara Indonesia di berbagai pulau. Bahasa Indonesia menjadi salah satu warisan budaya Melayu yang luar biasa,” ucap Menteri.

Menteri Fadli turut menyampaikan bahwa peradaban Melayu menghadapi berbagai tantangan di tengah arus globalisasi yang sangat cepat. Berbagai tantangan, seperti erosi identitas budaya lokal Melayu, pengaruh bahasa dan nilai-nilai budaya luar, hingga fragmentasi narasi sejarah di antara negara Melayu menjadi suatu catatan yang patut menjadi perhatian bersama. “Ini bisa menjadi satu pembahasan di dalam forum ini sebagai momentum untuk menguatkan kembali jalinan semangat kohesi dari bangsa-bangsa serumpun Melayu seluruh dunia. Melalui solidaritas budaya, kita tidak hanya menjaga warisan bersama, tapi juga menghidupkan kerja sama nyata,” tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya