Indonesia Perluas Daya Saing Otomotif Global Lewat Diplomasi Perdagangan dan Teknologi AI
Tim langit 7
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 09:34 WIB
Indonesia Perluas Daya Saing Otomotif Global Lewat Diplomasi Perdagangan dan Teknologi AI
LANGIT7.ID-Jakarta;Industri otomotif global terus menunjukkan ketahanan di tengah fluktuasi ekonomi dunia. Sepanjang 2024, tercatat penjualan kendaraan baru mencapai 92,5 juta unit secara global, di mana 80,8% di antaranya masih didominasi oleh kendaraan konvensional berbasis mesin pembakaran dalam (ICE), setara dengan 74,7 juta unit.
Pasar kawasan ASEAN juga mencatat performa positif. Dari total penjualan sekitar 3,15 juta unit pada 2024, kendaraan ICE masih menguasai 93,7% pangsa pasar atau sekitar 2,95 juta unit. Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan konvensional masih menjadi tulang punggung industri regional, dengan proyeksi pertumbuhan menuju 3,34 juta unit pada 2030. Indonesia menjadi salah satu produsen utama di kawasan, dengan produksi mencapai 1,2 juta unit pada 2024 dan pasar domestik mendekati 1 juta unit pada 2022.
Dalam momentum pertumbuhan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya memperluas ekspor kendaraan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti capaian ekspor otomotif nasional yang mencapai nilai USD6 miliar pada tahun lalu, serta kinerja ekspor roda empat sebanyak 375 ribu unit selama Januari–Agustus 2025.
“Kami rasa perlu untuk meningkatkan penetrasi mobil produksi nasional di pasar global. Tahun lalu, nilai ekspor mobil kita mencapai USD6 miliar. Sementara itu, ekspor industri roda empat pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai 375 ribu unit, dan Gaikindo menargetkan sejumlah 500 ribu unit hingga akhir tahun 2025,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Tiga Juta Ekspor bagi Indonesia, Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, dikutip Jumat (10/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah capaian historis PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang berhasil menembus ekspor ke-3 juta unit. Kendaraan buatan Indonesia kini telah mengaspal di lebih dari 100 negara, mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Latin. Dari ekspor perdana ke Brunei Darussalam pada 1987, kini merek asal Indonesia semakin dipercaya di pasar internasional.
“Ini bukti nyata dari daya saing Indonesia di kancah global, dan kami dapat sampaikan juga bahwa Bapak Presiden Prabowo Subianto aktif untuk membuka pasar baru, dan salah satunya adalah dengan Indonesia masuk dalam aksesi blok perdagangan CP-TPP. Di mana ada kesempatan untuk membuka pasar Meksiko yang selama ini mereka mengenakan trade-in quota. Jadi, kami berharap ekspor Indonesia ke Meksiko dalam dua tahun ke depan bisa diperluas,” jelas Menko Airlangga.
Produksi tahunan Toyota di Indonesia mencapai rata-rata 300 ribu unit. Rantai pasoknya telah terbangun kuat melalui dukungan industri dalam negeri, mulai dari baja, ban, plastik, kaca, hingga ratusan pemasok komponen otomotif. Tercatat ada sekitar 540 pemasok tier 2 dan 240 pemasok tier 1 yang menopang rantai pasok nasional.
Pasar kawasan ASEAN juga mencatat performa positif. Dari total penjualan sekitar 3,15 juta unit pada 2024, kendaraan ICE masih menguasai 93,7% pangsa pasar atau sekitar 2,95 juta unit. Tren ini menunjukkan bahwa kendaraan konvensional masih menjadi tulang punggung industri regional, dengan proyeksi pertumbuhan menuju 3,34 juta unit pada 2030. Indonesia menjadi salah satu produsen utama di kawasan, dengan produksi mencapai 1,2 juta unit pada 2024 dan pasar domestik mendekati 1 juta unit pada 2022.
Dalam momentum pertumbuhan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya memperluas ekspor kendaraan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti capaian ekspor otomotif nasional yang mencapai nilai USD6 miliar pada tahun lalu, serta kinerja ekspor roda empat sebanyak 375 ribu unit selama Januari–Agustus 2025.
“Kami rasa perlu untuk meningkatkan penetrasi mobil produksi nasional di pasar global. Tahun lalu, nilai ekspor mobil kita mencapai USD6 miliar. Sementara itu, ekspor industri roda empat pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai 375 ribu unit, dan Gaikindo menargetkan sejumlah 500 ribu unit hingga akhir tahun 2025,” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Tiga Juta Ekspor bagi Indonesia, Perjalanan Tumbuh Bersama Membangun Kesejahteraan Bangsa oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, dikutip Jumat (10/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah capaian historis PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang berhasil menembus ekspor ke-3 juta unit. Kendaraan buatan Indonesia kini telah mengaspal di lebih dari 100 negara, mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Latin. Dari ekspor perdana ke Brunei Darussalam pada 1987, kini merek asal Indonesia semakin dipercaya di pasar internasional.
“Ini bukti nyata dari daya saing Indonesia di kancah global, dan kami dapat sampaikan juga bahwa Bapak Presiden Prabowo Subianto aktif untuk membuka pasar baru, dan salah satunya adalah dengan Indonesia masuk dalam aksesi blok perdagangan CP-TPP. Di mana ada kesempatan untuk membuka pasar Meksiko yang selama ini mereka mengenakan trade-in quota. Jadi, kami berharap ekspor Indonesia ke Meksiko dalam dua tahun ke depan bisa diperluas,” jelas Menko Airlangga.
Produksi tahunan Toyota di Indonesia mencapai rata-rata 300 ribu unit. Rantai pasoknya telah terbangun kuat melalui dukungan industri dalam negeri, mulai dari baja, ban, plastik, kaca, hingga ratusan pemasok komponen otomotif. Tercatat ada sekitar 540 pemasok tier 2 dan 240 pemasok tier 1 yang menopang rantai pasok nasional.