Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Penguatan Studi Kebudayaan Indonesia di Osaka
Tim langit 7
Senin, 13 Oktober 2025 - 10:16 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dorong Penguatan Studi Kebudayaan Indonesia di Osaka
LANGIT7.ID–Jakarta; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan pentingnya penguatan riset dan studi kebudayaan Indonesia sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama internasional di bidang budaya. Dalam kunjungannya ke National Museum of Ethnology (Minpaku) di Osaka, Menbud menekankan bahwa Indonesia bukan hanya sumber warisan budaya dunia, tetapi juga pusat pengetahuan yang terus berkontribusi bagi perkembangan studi budaya dan humaniora global.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tetapi yang tak kalah penting adalah pengetahuan yang lahir dari kebudayaan itu sendiri. Melalui riset dan kerja sama akademik, kita memperdalam pemahaman tentang manusia, sejarah, dan peradaban,” ujar Menbud dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).
Baca juga:Hadiri Expo 2025 Osaka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Bangga Paviliun Indonesia Diminati Jutaan Pengunjung
Pertemuan di Minpaku menghadirkan para akademisi budaya di Jepang yang telah lama meneliti kebudayaan Indonesia, antara lain Prof. Shota Fukuoka, Wakil Direktur MINPAKU sekaligus etnomusikolog yang meneliti musik Sunda; Prof. Rintaro Ono, arkeolog maritim dan kurator pameran Asia–Oseania; Dr. Hiroyuki Imamura, etnolog dan peneliti seni bela diri tradisional pencak silat; serta Dr. Masami Okabe, peneliti seni tari dan budaya Jawa.
Diskusi berfokus pada kolaborasi riset dan pengembangan studi budaya di berbagai bidang, mulai dari etnomusikologi, tari, antropologi maritim, seni bela diri tradisional, hingga etnografi Nusantara. Menbud juga memaparkan sejumlah aktivitas kajian yang tengah dijalankan Kementerian Kebudayaan. “Saat ini kami tengah melakukan digitalisasi arsip budaya, pemugaran dan kajian situs megalitik Gunung Padang, serta memperdalam studi berbagai warisan budaya seperti wayang dan dokumentasi manik-manik Nusantara. Kami juga baru saja menyepakati pengembalian 28.131 fosil Koleksi Dubois dari Belanda sebagai bagian dari riset warisan prasejarah Indonesia,” jelas Menbud.
Selain museum, Minpaku juga merupakan lembaga riset antropologi dan etnologi terkemuka di Asia, yang berada di bawah National Institutes for the Humanities (NIHU). Didirikan tahun 1974 dan dibuka untuk publik pada 1977 di kawasan bekas Expo 1970 Osaka, tempat Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam ajang Expo, Minpaku kini memiliki lebih dari 50 peneliti tetap serta koleksi etnografi dari seluruh penjuru dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga meninjau pameran khusus “Humans and Boats: Maritime Life in Asia and Oceania” yang dikuratori oleh Prof. Rintaro Ono. Pameran ini menampilkan koleksi perahu dan artefak bahari dari Indonesia, termasuk perahu tradisional, artefak suku Bajau, serta gambar perahu purba di gua Maros dan Muna.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tetapi yang tak kalah penting adalah pengetahuan yang lahir dari kebudayaan itu sendiri. Melalui riset dan kerja sama akademik, kita memperdalam pemahaman tentang manusia, sejarah, dan peradaban,” ujar Menbud dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).
Baca juga:Hadiri Expo 2025 Osaka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Bangga Paviliun Indonesia Diminati Jutaan Pengunjung
Pertemuan di Minpaku menghadirkan para akademisi budaya di Jepang yang telah lama meneliti kebudayaan Indonesia, antara lain Prof. Shota Fukuoka, Wakil Direktur MINPAKU sekaligus etnomusikolog yang meneliti musik Sunda; Prof. Rintaro Ono, arkeolog maritim dan kurator pameran Asia–Oseania; Dr. Hiroyuki Imamura, etnolog dan peneliti seni bela diri tradisional pencak silat; serta Dr. Masami Okabe, peneliti seni tari dan budaya Jawa.
Diskusi berfokus pada kolaborasi riset dan pengembangan studi budaya di berbagai bidang, mulai dari etnomusikologi, tari, antropologi maritim, seni bela diri tradisional, hingga etnografi Nusantara. Menbud juga memaparkan sejumlah aktivitas kajian yang tengah dijalankan Kementerian Kebudayaan. “Saat ini kami tengah melakukan digitalisasi arsip budaya, pemugaran dan kajian situs megalitik Gunung Padang, serta memperdalam studi berbagai warisan budaya seperti wayang dan dokumentasi manik-manik Nusantara. Kami juga baru saja menyepakati pengembalian 28.131 fosil Koleksi Dubois dari Belanda sebagai bagian dari riset warisan prasejarah Indonesia,” jelas Menbud.
Selain museum, Minpaku juga merupakan lembaga riset antropologi dan etnologi terkemuka di Asia, yang berada di bawah National Institutes for the Humanities (NIHU). Didirikan tahun 1974 dan dibuka untuk publik pada 1977 di kawasan bekas Expo 1970 Osaka, tempat Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam ajang Expo, Minpaku kini memiliki lebih dari 50 peneliti tetap serta koleksi etnografi dari seluruh penjuru dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud juga meninjau pameran khusus “Humans and Boats: Maritime Life in Asia and Oceania” yang dikuratori oleh Prof. Rintaro Ono. Pameran ini menampilkan koleksi perahu dan artefak bahari dari Indonesia, termasuk perahu tradisional, artefak suku Bajau, serta gambar perahu purba di gua Maros dan Muna.