Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Pasar Rakyat Indonesia di Cape Town
Tim langit 7
Senin, 03 November 2025 - 09:46 WIB
Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Pasar Rakyat Indonesia di Cape Town
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, secara resmi membuka acara Indonesian Folk Market (Pasar Rakyat Indonesia) 2025 di Cape Town, Afrika Selatan. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town yang tahun 2025 turut didukung oleh Kementerian Kebudayaan.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan serta mempererat hubungan dengan komunitas diaspora Indonesia di kawasan tersebut. Kegiatan ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti tari Saman, angklung, workshop membuat batik, dan sajian kuliner khas Nusantara yang merupakan bagian dari promosi budaya melalui gastronomi.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, seni, dan budaya, tetapi juga simbol persahabatan lintas bangsa dan lintas generasi yang telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan Afrika Selatan.
“Indonesia dan Afrika Selatan memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam. Tokoh seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi jembatan awal hubungan budaya antara kedua bangsa. Komunitas keturunan Indonesia di Cape Town atau Cape Malay yang jumlahnya sangat besar, bahkan Menteri Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie menyebut jumlahnya saat ini adalah 2,7 juta, merupakan bukti ikatan persaudaraan kedua negara yang sangat kuat,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/11/2025).
Beliau juga menambahkan bahwa hubungan kedua negara diperkuat melalui semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955, yang menegaskan prinsip solidaritas, kesetaraan, dan perdamaian. Kini, kerja sama itu berlanjut melalui peran bersama Indonesia dan Afrika Selatan dalam forum G20 dan BRICS, termasuk dalam bidang kebudayaan.
Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia serta menjamin kebebasan masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya sebagaimana diamanatkan konstitusi UUD 1945 Pasal 32 ayat 1.
“Budaya adalah kekuatan lunak (soft power) bangsa. Melalui dialog antarbudaya, kita membangun keharmonisan, kreativitas, dan inovasi yang berakar pada warisan budaya bangsa,” kata Menteri Fadli Zon.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan serta mempererat hubungan dengan komunitas diaspora Indonesia di kawasan tersebut. Kegiatan ini menampilkan berbagai pertunjukan budaya seperti tari Saman, angklung, workshop membuat batik, dan sajian kuliner khas Nusantara yang merupakan bagian dari promosi budaya melalui gastronomi.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, seni, dan budaya, tetapi juga simbol persahabatan lintas bangsa dan lintas generasi yang telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan Afrika Selatan.
“Indonesia dan Afrika Selatan memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam. Tokoh seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, yang diasingkan ke Cape Town pada tahun 1694, menjadi jembatan awal hubungan budaya antara kedua bangsa. Komunitas keturunan Indonesia di Cape Town atau Cape Malay yang jumlahnya sangat besar, bahkan Menteri Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie menyebut jumlahnya saat ini adalah 2,7 juta, merupakan bukti ikatan persaudaraan kedua negara yang sangat kuat,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/11/2025).
Beliau juga menambahkan bahwa hubungan kedua negara diperkuat melalui semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955, yang menegaskan prinsip solidaritas, kesetaraan, dan perdamaian. Kini, kerja sama itu berlanjut melalui peran bersama Indonesia dan Afrika Selatan dalam forum G20 dan BRICS, termasuk dalam bidang kebudayaan.
Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia serta menjamin kebebasan masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya sebagaimana diamanatkan konstitusi UUD 1945 Pasal 32 ayat 1.
“Budaya adalah kekuatan lunak (soft power) bangsa. Melalui dialog antarbudaya, kita membangun keharmonisan, kreativitas, dan inovasi yang berakar pada warisan budaya bangsa,” kata Menteri Fadli Zon.