Timnas Indonesia U-17 Gagal Bangkit di Babak Kedua, Zambia Amankan Kemenangan Perdana 3-1
Nabil
Rabu, 05 November 2025 - 00:43 WIB
Timnas Indonesia U-17 Gagal Bangkit di Babak Kedua, Zambia Amankan Kemenangan Perdana 3-1
LANGIT7.ID–Jakarta;Harapan Timnas Indonesia U-17 untuk membalikkan keadaan di babak kedua pupus sudah. Meski Zambia U-17 sudah unggul cukup jauh, mereka tetap menjaga tempo permainan tinggi dan menekan sejak menit pertama paruh kedua. Tekanan itu memaksa lini belakang Garuda Asia bekerja ekstra keras sepanjang laga.
Begitu babak kedua dimulai, Zambia langsung menebar ancaman. Peluang emas sempat hadir melalui skema bola mati, namun sundulan Mathew Baker berhasil menghalau bola dari gawang Indonesia. Situasi ini menandai bahwa ritme agresif Zambia belum mereda, sementara anak asuh Nova Arianto berusaha menahan gempuran demi menjaga peluang.
Untuk memperbaiki ritme serangan, pelatih Nova Arianto melakukan perubahan strategi. Dua pemain, Zahaby Gholy dan Fabio Azka, ditarik keluar untuk memberi kesempatan pada Algazani Dwi serta Dimas Adi Prasetyo. Rotasi ini diharapkan menambah energi baru di sektor tengah dan depan agar serangan lebih tajam.
Baca juga: Setelah Unggul Lebih Dulu, Pertahanan Indonesia U-17 Runtuh Dihantam Zambia di Babak Pertama
Duel semakin keras. Sejumlah pelanggaran terjadi di area pertahanan Zambia hingga membuat pemain mereka, Bongani Ndhlovu, harus meninggalkan lapangan menggunakan tandu. Namun intensitas laga tak menurun. Indonesia tetap mencari celah, sementara Zambia terus menjaga tekanan dan disiplin posisi.
Peluang emas datang dari Mierza Firjatullah di menit ke-55. Tendangan kerasnya mengarah tepat ke gawang, namun kiper Zambia, Christo Chitambala, tampil sigap menepis bola dan menggagalkan peluang tersebut. Beberapa menit berselang, Garuda Asia sempat mendapat harapan setelah Evandra Florasta dijatuhkan di kotak penalti.
Namun drama terjadi ketika wasit meninjau kembali insiden itu melalui video support review. Keputusan berubah: penalti dibatalkan dan justru Evandra menerima kartu kuning. Situasi ini semakin mempersulit langkah Timnas Indonesia U-17 untuk memperkecil ketertinggalan.
Begitu babak kedua dimulai, Zambia langsung menebar ancaman. Peluang emas sempat hadir melalui skema bola mati, namun sundulan Mathew Baker berhasil menghalau bola dari gawang Indonesia. Situasi ini menandai bahwa ritme agresif Zambia belum mereda, sementara anak asuh Nova Arianto berusaha menahan gempuran demi menjaga peluang.
Untuk memperbaiki ritme serangan, pelatih Nova Arianto melakukan perubahan strategi. Dua pemain, Zahaby Gholy dan Fabio Azka, ditarik keluar untuk memberi kesempatan pada Algazani Dwi serta Dimas Adi Prasetyo. Rotasi ini diharapkan menambah energi baru di sektor tengah dan depan agar serangan lebih tajam.
Baca juga: Setelah Unggul Lebih Dulu, Pertahanan Indonesia U-17 Runtuh Dihantam Zambia di Babak Pertama
Duel semakin keras. Sejumlah pelanggaran terjadi di area pertahanan Zambia hingga membuat pemain mereka, Bongani Ndhlovu, harus meninggalkan lapangan menggunakan tandu. Namun intensitas laga tak menurun. Indonesia tetap mencari celah, sementara Zambia terus menjaga tekanan dan disiplin posisi.
Peluang emas datang dari Mierza Firjatullah di menit ke-55. Tendangan kerasnya mengarah tepat ke gawang, namun kiper Zambia, Christo Chitambala, tampil sigap menepis bola dan menggagalkan peluang tersebut. Beberapa menit berselang, Garuda Asia sempat mendapat harapan setelah Evandra Florasta dijatuhkan di kotak penalti.
Namun drama terjadi ketika wasit meninjau kembali insiden itu melalui video support review. Keputusan berubah: penalti dibatalkan dan justru Evandra menerima kartu kuning. Situasi ini semakin mempersulit langkah Timnas Indonesia U-17 untuk memperkecil ketertinggalan.