home global news

BTM “Kado” Milad Muhammadiyah Ke – 113

Selasa, 18 November 2025 - 08:14 WIB
BTM Kado Milad Muhammadiyah Ke 113
Oleh:Agus Yuliawan Direktur Eksekutif Induk Baitut Tamwil Muhammadiya



LANGIT7.ID-Hari ini, 18 November 2025 merupakan hari yang monumental bagi organisasi Islam terbesar Indonesia bernama Muhammadiyah. Di hari ini tepatnya di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu merayakan resepsi miladnya yang ke 113 tahun. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi salah satu organisasi tertua di dunia yang mampu bertahan hingga saat ini dengan berbagai maha karya berupa pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi yang hingga saat ini mampu dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Serta memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi kebangsaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kontribusi dalam pengentasan kemiskinan di republik ini.



Dalam memaknai perhelatan milad Muhammadiyah ke – 113 ini, penulis sengaja tidak memaparkan tentang pencapaian – pencapaian organisasi dari sisi lembaga pendidikan, kesehatan, kegiatan kemanusiaan dan filantropi. Tapi tetap bersinggungan dengan tema milad: Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Dimana dalam tema itu ternyata ada beberapa ruang kosong yang belum banyak dibahas oleh banyak orang dan sekaligus di tulisan ini menjadi kado milad Muhammadiyah. Yaitu tentang keuangan inklusi, konsolidasi pusat keuangan Persyarikatan, closed economy dan entrepreneurship. Topik – topik itu harus tetap dijaga dan dirawat dalam Persyarikatan untuk dibingkai memajukan kesejahteraan bangsa.



Berbicara tentang keuangan inklusi, banyak berbagai penelitian – penelitian tentang kesejahteraan masyarakat yang menyebutkan, ternyata tidak hanya terpaku pada inklusi pendidikan dan kesehatan saja. Namun sangat penting perlunya inklusi keuangan sebagai salah satu parameternya. Dengan inklusi keuangan bagaimana selalu mendorong kemudahan dan mendekatkan masyarakat terhadap akses keuangan pada berbagai sektor dengan menyesuaikan ekosistem model bisnis. Hal ini ternyata telah dilakukan oleh Muhammadiyah dengan hadirnya Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yaitu sebuah lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) dengan meniadakan aktivitas maal, yang berdiri di tiap – tiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau kabupaten/kota. BTM selama ini berperan sebagai intermediasi (akses pembiayaan dan penempatan dana). Melalui BTM bukan hanya memberikan intermediasi bagi Persyarikatan, anggota dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tapi juga masyarakat sekitarnya yang membutuhkan permodalan untuk aktivitas usaha. Maka banyak sekali di BTM – BTM primer menjadi rujukan pembiayaan bagi para petani, nelayan, pelaku UMKM, para guru dan dosen sebagai akses keuangan inklusi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya