Jakarta Dinobatkan sebagai Kota Terpadat di Dunia, Menggeser Tokyo
Lusi mahgriefie
Kamis, 27 November 2025 - 12:39 WIB
Ilustrasi: ist
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menobatkan Jakarta sebagai kota terpadat di dunia, menyalip Tokyo yang sebelumnya berada di peringkat paling atas.
Peringkat ini diubah setelah PBB menggunakan kriteria baru yang lebih akurat. Menurut sebuah studi PBB, gambaran yang lebih akurat tentang urbanisasi pesat mampu mendorong pertumbuhan megakota.
Ibu kota Indonesia ini merupakan rumah bagi 42 juta jiwa, menurut perkiraan divisi kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB dalam laporan Prospek Urbanisasi Dunia 2025 yang diterbitkan bulan ini.
Setelah Jakarta, posisi berikutnya adalah ibu kota Bangladesh, Dhaka, dengan 37 juta jiwa. Dengan populasi 33 juta jiwa, Tokyo yang didefinisikan dalam studi tersebut sebagai megalopolis yang mencakup tiga prefektur tetangga, merosot ke posisi ketiga.
Baca juga: Sultan Brunei pemilik 7.000 mobil mewah dengan kekayaan Rp 750 triliun. Istana megahnya pecahkan rekor dunia. Biaya potong rambut Rp 300 juta!
Hal ini sangat berbeda dengan laporan PBB sebelumnya pada tahun 2018, yang menempatkan ibu kota Jepang tersebut di posisi teratas dengan populasi 37 juta jiwa.
Penilaian sebelumnya yang menggunakan data dari berbagai negara berdasarkan definisi yang sangat beragam cenderung memprioritaskan Tokyo, kata Kepala Bagian Estimasi dan Proyeksi Populasi Departemen PBB, Patrick Gerland. "Penilaian baru ini, memberikan batasan luas wilayah perkotaan yang lebih sebanding secara internasional berdasarkan kriteria populasi dan geospasial yang serupa," kata Gerland dilansir dari The Guardian, Kamis (27/11/2025).
Peringkat ini diubah setelah PBB menggunakan kriteria baru yang lebih akurat. Menurut sebuah studi PBB, gambaran yang lebih akurat tentang urbanisasi pesat mampu mendorong pertumbuhan megakota.
Ibu kota Indonesia ini merupakan rumah bagi 42 juta jiwa, menurut perkiraan divisi kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB dalam laporan Prospek Urbanisasi Dunia 2025 yang diterbitkan bulan ini.
Setelah Jakarta, posisi berikutnya adalah ibu kota Bangladesh, Dhaka, dengan 37 juta jiwa. Dengan populasi 33 juta jiwa, Tokyo yang didefinisikan dalam studi tersebut sebagai megalopolis yang mencakup tiga prefektur tetangga, merosot ke posisi ketiga.
Baca juga: Sultan Brunei pemilik 7.000 mobil mewah dengan kekayaan Rp 750 triliun. Istana megahnya pecahkan rekor dunia. Biaya potong rambut Rp 300 juta!
Hal ini sangat berbeda dengan laporan PBB sebelumnya pada tahun 2018, yang menempatkan ibu kota Jepang tersebut di posisi teratas dengan populasi 37 juta jiwa.
Penilaian sebelumnya yang menggunakan data dari berbagai negara berdasarkan definisi yang sangat beragam cenderung memprioritaskan Tokyo, kata Kepala Bagian Estimasi dan Proyeksi Populasi Departemen PBB, Patrick Gerland. "Penilaian baru ini, memberikan batasan luas wilayah perkotaan yang lebih sebanding secara internasional berdasarkan kriteria populasi dan geospasial yang serupa," kata Gerland dilansir dari The Guardian, Kamis (27/11/2025).