Pemulihan Listrik Sumatera Dikebut, PLN Fokus pada Fasilitas Vital dan Wilayah Terisolasi
Tim langit 7
Ahad, 07 Desember 2025 - 20:49 WIB
Pemulihan Listrik Sumatera Dikebut, PLN Fokus pada Fasilitas Vital dan Wilayah Terisolasi
LANGIT7.ID-Aceh;PLN terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pascabencana banjir, tanah longsor, dan gempa yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 26 November 2025. Direktur Distribusi PLN, Arsyadani G. Akmalaputri turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan terarah, aman, dan sesuai prioritas layanan publik.
Hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, progres penormalan aliran listrik telah mencapai 89%, dengan 1,87 juta pelanggan kembali menikmati listrik dari total 2,3 juta pelanggan terdampak. Sumatera Utara dan Sumatera Barat berhasil dinormalkan hampir sepenuhnya, sementara Aceh—wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi—masih dipulihkan secara bertahap.
Koordinasi Intensif di Tengah Akses Terbatas
Bencana menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur jalan, jembatan, serta jaringan distribusi. Sejumlah daerah seperti UP3 Lhokseumawe dan Langsa sempat terisolasi akibat akses darat terputus dan hilangnya jaringan komunikasi. Untuk mengatasi hambatan tersebut, PLN berkoordinasi dengan TNI AU guna mengirimkan peralatan melalui pesawat Hercules dan helikopter, serta dengan PELNI untuk mendukung pengiriman logistik melalui jalur laut.
Sebanyak 2.873 personel dan 293 posko disiagakan, termasuk personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia. Dukungan lintas instansi ini memastikan percepatan perbaikan di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Fokus pada Keandalan dan Kecepatan Penanganan
PLN mengupayakan pemulihan layanan dengan memprioritaskan fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, kantor pemerintahan, serta lokasi pengungsian. Sebanyak 227 genset mobile telah ditempatkan di titik-titik strategis guna menjaga kelancaran layanan publik selama proses perbaikan berlangsung.
Hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, progres penormalan aliran listrik telah mencapai 89%, dengan 1,87 juta pelanggan kembali menikmati listrik dari total 2,3 juta pelanggan terdampak. Sumatera Utara dan Sumatera Barat berhasil dinormalkan hampir sepenuhnya, sementara Aceh—wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi—masih dipulihkan secara bertahap.
Koordinasi Intensif di Tengah Akses Terbatas
Bencana menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur jalan, jembatan, serta jaringan distribusi. Sejumlah daerah seperti UP3 Lhokseumawe dan Langsa sempat terisolasi akibat akses darat terputus dan hilangnya jaringan komunikasi. Untuk mengatasi hambatan tersebut, PLN berkoordinasi dengan TNI AU guna mengirimkan peralatan melalui pesawat Hercules dan helikopter, serta dengan PELNI untuk mendukung pengiriman logistik melalui jalur laut.
Sebanyak 2.873 personel dan 293 posko disiagakan, termasuk personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia. Dukungan lintas instansi ini memastikan percepatan perbaikan di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Fokus pada Keandalan dan Kecepatan Penanganan
PLN mengupayakan pemulihan layanan dengan memprioritaskan fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, kantor pemerintahan, serta lokasi pengungsian. Sebanyak 227 genset mobile telah ditempatkan di titik-titik strategis guna menjaga kelancaran layanan publik selama proses perbaikan berlangsung.