Sri Mulyani Resmi Mengajar di University of Oxford, Inggris
Lusi mahgriefie
Jum'at, 12 Desember 2025 - 11:33 WIB
Sri Mulyani Resmi Mengajar di University of Oxford, Inggris
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyaniresmi mengajar di University of Oxford, Inggris. Berdasarkan pengumuman resmi di laman kampus Oxford, disebutkan Ia bakal mengajar di program khusus World Leaders Fellowship pada 2026, di Blavatnik School of Government University of Oxford.
"Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Indonesia dan mantan Direktur Pelaksana serta Chief Operating Officer di Bank Dunia, akan mengikuti World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government untuk tahun 2026." Demikian tertulis di website resmi Blavatnik School of Government University, dikutip Jumat (12/12/2025).
Sri Mulyani akan mengajar selama satu tahun penuh dalam program ini. Dia akan berbagi pengalamannya dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya lahir dari pengalaman birokrasi semata. Melainkan semua merupakan perpaduan kompetensi, pemahaman konteks, dan integritas.
"Kompetensi dan pengetahuan adalah fondasi penting ketika kita berhadapan dengan isu-isu besar," ujarnya dikutip dari Instagram blavatnikschool.
Baca juga: Sri Mulyani Resmi Serahkan Jabatan Menteri Keuangan Kepada Purbaya: Saya Pamit, Hormati Privasi Saya
Lebih lanjut ia menjelaskan setiap keputusan sulit selalu memiliki unsur risiko yang harus dipahami dengan bijak. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu berpikir strategis dan menghubungkan titik-titik untuk melihat gambaran utuh dari sebuah persoalan.
Baginya, keputusan publik yang kuat lahir dari tiga pilar utama. Tiga pilar itu, yaitu pemahaman isu, kemampuan melihat konteks secara luas, serta keberanian mengambil risiko dengan integritas.
"Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Indonesia dan mantan Direktur Pelaksana serta Chief Operating Officer di Bank Dunia, akan mengikuti World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government untuk tahun 2026." Demikian tertulis di website resmi Blavatnik School of Government University, dikutip Jumat (12/12/2025).
Sri Mulyani akan mengajar selama satu tahun penuh dalam program ini. Dia akan berbagi pengalamannya dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya lahir dari pengalaman birokrasi semata. Melainkan semua merupakan perpaduan kompetensi, pemahaman konteks, dan integritas.
"Kompetensi dan pengetahuan adalah fondasi penting ketika kita berhadapan dengan isu-isu besar," ujarnya dikutip dari Instagram blavatnikschool.
Baca juga: Sri Mulyani Resmi Serahkan Jabatan Menteri Keuangan Kepada Purbaya: Saya Pamit, Hormati Privasi Saya
Lebih lanjut ia menjelaskan setiap keputusan sulit selalu memiliki unsur risiko yang harus dipahami dengan bijak. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu berpikir strategis dan menghubungkan titik-titik untuk melihat gambaran utuh dari sebuah persoalan.
Baginya, keputusan publik yang kuat lahir dari tiga pilar utama. Tiga pilar itu, yaitu pemahaman isu, kemampuan melihat konteks secara luas, serta keberanian mengambil risiko dengan integritas.