Fadli Zon Resmikan Aktivasi Rumah Puisi Taufiq Ismail Menjadi Museum Sastra Indonesia
Tim langit 7
Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:32 WIB
Fadli Zon Resmikan Aktivasi Rumah Puisi Taufiq Ismail Menjadi Museum Sastra Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sumatra Barat meresmikan aktivasi Rumah Puisi Taufiq Ismail di Padang Panjang. Aktivasi ini menandai penguatan fungsi Rumah Puisi yang telah berdiri sejak tahun 2008 dan kini berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia, ruang ingatan dan pembelajaran sastra bagi masyarakat luas.
Menbud Fadli menegaskan bahwa acara ini bukan peresmian baru, melainkan peluncuran kembali aktivasi ruang publik Rumah Puisi Taufiq Ismail, yang sejak 2008 telah menjadi ruang pertemuan penting bagi sastrawan, budayawan, dan seniman nasional maupun internasional. “Rumah Puisi ini memiliki sejarah panjang. Banyak sastrawan dan budayawan besar pernah hadir dan berkegiatan di sini. Kini, sejak tahun lalu, Rumah Puisi tidak hanya menjadi rumah puisi Taufiq Ismail, tetapi juga berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia,” jelas Menteri dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Menbud menjelaskan bahwa Museum Sastra Indonesia memuat berbagai karya dan memorabilia sastra, mulai dari perpustakaan karya sastrawan Indonesia hingga benda-benda bersejarah seperti mesin ketik para sastrawan, tulisan tangan H.B. Jassin, kaset rekaman pembacaan puisi, serta arsip sastra penting lainnya. Menurutnya, Rumah Puisi Taufiq Ismail merupakan salah satu contoh kantong budaya yang hidup, sebagaimana rumah-rumah sastrawan di berbagai negara yang menjadi destinasi budaya dan pusat edukasi. “Kita berharap Rumah Puisi dan Museum Sastra Indonesia ini melahirkan penyair dan sastrawan baru, sekaligus menjadi pusat edukasi, pusat budaya, dan ruang ekspresi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sastrawan Taufiq Ismail menyampaikan rasa syukur dan haru atas transformasi Rumah Puisi yang selama ini menjadi ruang apresiasi sastra, kini diaktivasi sebagai museum sastra. “Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga tempat ini terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu,” ujar Taufiq Ismail.
Menbud Fadli menegaskan bahwa acara ini bukan peresmian baru, melainkan peluncuran kembali aktivasi ruang publik Rumah Puisi Taufiq Ismail, yang sejak 2008 telah menjadi ruang pertemuan penting bagi sastrawan, budayawan, dan seniman nasional maupun internasional. “Rumah Puisi ini memiliki sejarah panjang. Banyak sastrawan dan budayawan besar pernah hadir dan berkegiatan di sini. Kini, sejak tahun lalu, Rumah Puisi tidak hanya menjadi rumah puisi Taufiq Ismail, tetapi juga berkembang sebagai Museum Sastra Indonesia,” jelas Menteri dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Menbud menjelaskan bahwa Museum Sastra Indonesia memuat berbagai karya dan memorabilia sastra, mulai dari perpustakaan karya sastrawan Indonesia hingga benda-benda bersejarah seperti mesin ketik para sastrawan, tulisan tangan H.B. Jassin, kaset rekaman pembacaan puisi, serta arsip sastra penting lainnya. Menurutnya, Rumah Puisi Taufiq Ismail merupakan salah satu contoh kantong budaya yang hidup, sebagaimana rumah-rumah sastrawan di berbagai negara yang menjadi destinasi budaya dan pusat edukasi. “Kita berharap Rumah Puisi dan Museum Sastra Indonesia ini melahirkan penyair dan sastrawan baru, sekaligus menjadi pusat edukasi, pusat budaya, dan ruang ekspresi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sastrawan Taufiq Ismail menyampaikan rasa syukur dan haru atas transformasi Rumah Puisi yang selama ini menjadi ruang apresiasi sastra, kini diaktivasi sebagai museum sastra. “Museum ini bukan sekadar bangunan penyimpanan kertas tua, melainkan rumah ingatan bagi peradaban bangsa. Semoga tempat ini terus menyalakan pelita literasi di tengah arus zaman yang kian menderu,” ujar Taufiq Ismail.