Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Percepat Pengerukan Kali Sepak dan Normalisasi Sungai
Tim langit 7
Senin, 26 Januari 2026 - 14:31 WIB
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Percepat Pengerukan Kali Sepak dan Normalisasi Sungai
LANGIT7.ID-Jakarta; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau proses pengerukan Kali Sepak Kembangan/Uwungan di segmen Kompleks BTN, Jalan Delima 7 hingga Jembatan Jalan Pulau Bira, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (26/1). Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas tampung air sehingga meminimalkan risiko genangan dan banjir.
“Saat ini, kita melakukan pengerukan di Kali Sepak Kembangan yang alirannya menuju Cengkareng Drain, yang kemarin juga telah kita tinjau bersama. Saya ingin memastikan pengerukan berjalan optimal karena di lokasi ini pengerukan dilakukan secara rutin untuk menjaga daya tampung air kali,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Kali Sepak/Uwungan memiliki lebar sekitar sembilan meter. Pengerukan dilakukan pada lebar enam meter dengan jarak aman 1,5 meter dari sisi tebing guna mengurangi risiko longsor. Secara keseluruhan, rencana total volume pengerukan mencapai 7.458 meter kubik sepanjang 1.243 meter yang terbagi dalam tiga segmen.
“Pengerukan ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air, mengingat Kali Sepak merupakan salah satu muara penting yang terhubung lintas wilayah, termasuk ke Cengkareng Drain. Selain itu, pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah,” jelas Gubernur Pramono.
Ia menyebut pengerukan merupakan upaya rutin sekaligus langkah mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan, khususnya saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, potensi banjir, khususnya di kawasan Kompleks BTN, dapat dicegah. Ia menegaskan pengerukan kali akan terus dilakukan, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Gubernur Pramono juga menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar melakukan penanganan preventif secara maksimal. Saat ini, sekitar 200 unit excavator telah dikerahkan di lima wilayah Jakarta.
“Mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan dapat mengurangi dampak banjir di Jakarta. Saya juga telah memerintahkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca mulai besok untuk menekan potensi banjir,” ungkapnya.
“Saat ini, kita melakukan pengerukan di Kali Sepak Kembangan yang alirannya menuju Cengkareng Drain, yang kemarin juga telah kita tinjau bersama. Saya ingin memastikan pengerukan berjalan optimal karena di lokasi ini pengerukan dilakukan secara rutin untuk menjaga daya tampung air kali,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Kali Sepak/Uwungan memiliki lebar sekitar sembilan meter. Pengerukan dilakukan pada lebar enam meter dengan jarak aman 1,5 meter dari sisi tebing guna mengurangi risiko longsor. Secara keseluruhan, rencana total volume pengerukan mencapai 7.458 meter kubik sepanjang 1.243 meter yang terbagi dalam tiga segmen.
“Pengerukan ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air, mengingat Kali Sepak merupakan salah satu muara penting yang terhubung lintas wilayah, termasuk ke Cengkareng Drain. Selain itu, pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah,” jelas Gubernur Pramono.
Ia menyebut pengerukan merupakan upaya rutin sekaligus langkah mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan, khususnya saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, potensi banjir, khususnya di kawasan Kompleks BTN, dapat dicegah. Ia menegaskan pengerukan kali akan terus dilakukan, terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Gubernur Pramono juga menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar melakukan penanganan preventif secara maksimal. Saat ini, sekitar 200 unit excavator telah dikerahkan di lima wilayah Jakarta.
“Mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan dapat mengurangi dampak banjir di Jakarta. Saya juga telah memerintahkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca mulai besok untuk menekan potensi banjir,” ungkapnya.