Menteri Nusron Wahid: Ada Saatnya Bersatu, Ada Saatnya Berseteru
Sururi al faruq
Jum'at, 06 Februari 2026 - 17:57 WIB
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai berbincang mengenai pentingnya persatuan menghadapi tantangan global. Dok: LANGIT7.ID
LANGIT.ID-Jakarta; Di tengah ketidakpastian situasi global dan kerentanan iklim yang melanda Indonesia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerukan pentingnya solidaritas nasional. Melalui inisiatif "Bersatu dalam Munajat", Nusron mengajak seluruh elemen bangsa untuk sejenak menepikan sekat-sekat perbedaan dan fokus pada keselamatan negara.
Dalam wawancara khusus ini, Nusron menyoroti berbagai tantangan berat yang dihadapi bangsa di tahun 2026, mulai dari anomali iklim, proteksionisme ekonomi Amerika Serikat, hingga dinamika politik domestik. Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, fragmentasi sosial yang sempat mengkristal pasca-2017 kini perlahan mulai mencair.
Berikut adalah petikan tanya jawab lengkap mengenai pandangan Nusron Wahid terkait situasi bangsa terkini:
Bisa dijelaskan, apa ide dasar di balik gerakan "Bersatu dalam Munajat" ini?
Idenya berangkat dari situasi alam di Indonesia yang sangat inventive, rentan sekali terhadap perubahan iklim dan bencana. Kekuatan akal manusia dan teknologi mungkin bisa memprediksi, tapi tidak bisa mengantisipasi apalagi mengatasi sepenuhnya. Siapa yang menyangka bencana di Sumatera dampaknya begitu besar? Kita semua tahu ada perubahan iklim, tapi tidak ada yang menyangka dampaknya sedahsyat itu.
Semua yang kita lakukan hanyalah ikhtiar yang sifatnya post factum. Karena itu, satu-satunya jalan adalah membangun solidaritas dan kegotongroyongan. Solidaritas yang paling elementer adalah berdoa.
Siapa saja elemen yang dilibatkan dalam kegiatan ini?
Dalam wawancara khusus ini, Nusron menyoroti berbagai tantangan berat yang dihadapi bangsa di tahun 2026, mulai dari anomali iklim, proteksionisme ekonomi Amerika Serikat, hingga dinamika politik domestik. Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, fragmentasi sosial yang sempat mengkristal pasca-2017 kini perlahan mulai mencair.
Berikut adalah petikan tanya jawab lengkap mengenai pandangan Nusron Wahid terkait situasi bangsa terkini:
Bisa dijelaskan, apa ide dasar di balik gerakan "Bersatu dalam Munajat" ini?
Idenya berangkat dari situasi alam di Indonesia yang sangat inventive, rentan sekali terhadap perubahan iklim dan bencana. Kekuatan akal manusia dan teknologi mungkin bisa memprediksi, tapi tidak bisa mengantisipasi apalagi mengatasi sepenuhnya. Siapa yang menyangka bencana di Sumatera dampaknya begitu besar? Kita semua tahu ada perubahan iklim, tapi tidak ada yang menyangka dampaknya sedahsyat itu.
Semua yang kita lakukan hanyalah ikhtiar yang sifatnya post factum. Karena itu, satu-satunya jalan adalah membangun solidaritas dan kegotongroyongan. Solidaritas yang paling elementer adalah berdoa.
Siapa saja elemen yang dilibatkan dalam kegiatan ini?