Si Cantik Rybakina Kalahkan Zheng, Kalinskaya Tumbangkan Svitolina untuk Capai Perempatfinal Qatar Open
Sururi al faruq
Kamis, 12 Februari 2026 - 09:28 WIB
Si Cantik Rybakina Kalahkan Zheng, Kalinskaya Tumbangkan Svitolina untuk Capai Perempatfinal Qatar Open
LANGIT7.ID-Doha; Petenis cantik yang sedang naik daun, Elena Rybakina berhasil melaju ke perempatfinal WTA 1000 keenamnya sejak awal 2025, dan yang ke-18 sepanjang kariernya, setelah membalikkan keadaan atas petenis perkasa asal China, Zheng Qinwen dengan skor 4-6, 6-2, 7-5 dalam waktu 2 jam 27 menit di Doha. Setelah pertandingan tersebut, di Lapangan Utama, mantan pacar petenis no 1 dunia, Jannik Sinner, Anna Kalinskaya dan Elina Svitolina turun bertanding, dan Kalinskaya melangkah ke perempatfinal Doha pertamanya setelah menang straight set.
Kebangkitan si cantik Rybakina ini melanjutkan awal musimnya yang luar biasa. Si cantik yang sebenarnya masih masa bulan madu setelah menjuarai Australia Terbuka tersebut meraih kemenangan kesembilan beruntun dan kini mencatat rekor 11-1 di tahun 2026, serta telah memenangkan 16 dari 17 pertandingan terakhirnya sejak Final WTA tahun lalu.
Dengan kemenangan pada Rabu malam itu, si cantik Rybakina juga unggul 3-1 atas Zheng dalam empat pertemuan di level Tur WTA yang didukung oleh Mercedes-Benz. Meski kalah, Zheng patut diacungi jempol karena mampu memaksakan pertandingan tiga set, menjadikannya pemain ketiga yang mampu merebut satu set dari Rybakina tahun ini, setelah Karolina Muchova dan Aryna Sabalenka.
"Qinwen memulai pertandingan lebih baik dari saya dan saya sedikit lambat, mungkin bermain terlalu pasif di beberapa momen," ujar si cantik Rybakina dalam konferensi pers usai pertandingan. "Tapi sekali lagi, dia memulai dengan sangat baik, lalu di set kedua saya mulai menemukan permainan saya dan bermain lebih agresif. Di set ketiga...satu break dan semuanya berubah. Tapi saya senang pada akhirnya kemenangan berpihak kepada saya."
Zheng merebut set pertama berkat penampilan servisnya yang dominan. Meski mantan petenis peringkat 4 dunia ini hanya menempatkan 52% servis pertamanya, ia memenangkan seluruh 13 poin di balik servis pertama tersebut. Ia tidak menghadapi satu pun break point dan berulang kali menekan servis si cantik Rybakina yang terkenal kuat, memaksa petenis Kazakhstan itu melalui game servis yang panjang dan melelahkan.
Satu break untuk unggul 3-2 sudah cukup bagi Zheng untuk mengamankan set pertama dalam waktu 43 menit.
Ia mampu mempertahankan level permainan itu di awal-awal set kedua, namun setelah itu si cantik Rybakina mengambil alih kendali. Petenis peringkat 3 dunia ini membalikkan keadaan dengan merebut set kedua 6-2, tanpa menghadapi break point sekaligus menciptakan tujuh peluang break-nya sendiri. Ia sukses mengeksploitasi servis kedua Zheng, memenangkan 7 dari 11 poin, dan tampil efektif saat servisnya sendiri dengan memenangkan 7 dari 10 poin di set tersebut, sehingga lolos dari masalah dan memaksa pertandingan memasuki set penentuan.
Kebangkitan si cantik Rybakina ini melanjutkan awal musimnya yang luar biasa. Si cantik yang sebenarnya masih masa bulan madu setelah menjuarai Australia Terbuka tersebut meraih kemenangan kesembilan beruntun dan kini mencatat rekor 11-1 di tahun 2026, serta telah memenangkan 16 dari 17 pertandingan terakhirnya sejak Final WTA tahun lalu.
Dengan kemenangan pada Rabu malam itu, si cantik Rybakina juga unggul 3-1 atas Zheng dalam empat pertemuan di level Tur WTA yang didukung oleh Mercedes-Benz. Meski kalah, Zheng patut diacungi jempol karena mampu memaksakan pertandingan tiga set, menjadikannya pemain ketiga yang mampu merebut satu set dari Rybakina tahun ini, setelah Karolina Muchova dan Aryna Sabalenka.
"Qinwen memulai pertandingan lebih baik dari saya dan saya sedikit lambat, mungkin bermain terlalu pasif di beberapa momen," ujar si cantik Rybakina dalam konferensi pers usai pertandingan. "Tapi sekali lagi, dia memulai dengan sangat baik, lalu di set kedua saya mulai menemukan permainan saya dan bermain lebih agresif. Di set ketiga...satu break dan semuanya berubah. Tapi saya senang pada akhirnya kemenangan berpihak kepada saya."
Zheng merebut set pertama berkat penampilan servisnya yang dominan. Meski mantan petenis peringkat 4 dunia ini hanya menempatkan 52% servis pertamanya, ia memenangkan seluruh 13 poin di balik servis pertama tersebut. Ia tidak menghadapi satu pun break point dan berulang kali menekan servis si cantik Rybakina yang terkenal kuat, memaksa petenis Kazakhstan itu melalui game servis yang panjang dan melelahkan.
Satu break untuk unggul 3-2 sudah cukup bagi Zheng untuk mengamankan set pertama dalam waktu 43 menit.
Ia mampu mempertahankan level permainan itu di awal-awal set kedua, namun setelah itu si cantik Rybakina mengambil alih kendali. Petenis peringkat 3 dunia ini membalikkan keadaan dengan merebut set kedua 6-2, tanpa menghadapi break point sekaligus menciptakan tujuh peluang break-nya sendiri. Ia sukses mengeksploitasi servis kedua Zheng, memenangkan 7 dari 11 poin, dan tampil efektif saat servisnya sendiri dengan memenangkan 7 dari 10 poin di set tersebut, sehingga lolos dari masalah dan memaksa pertandingan memasuki set penentuan.