Antisipasi Harga Emas Anjlok, BCA Syariah Siapkan Skenario Stress Test
LANGIT7.ID-Jakarta;Di tengah euforia lonjakan harga emas global yang menyentuh level tertinggi, BCA Syariah memastikan telah memasang strategi mitigasi risiko yang ketat. Bank syariah ini menegaskan memiliki skenario stress test khusus untuk mengantisipasi jika harga emas tiba-tiba terkoreksi tajam antara 15 hingga 20 persen.
Langkah ini diambil mengingat volatilitas pasar komoditas yang dinamis, di mana harga emas dunia sempat menembus US$5.000 per troy ounce serta emas Antam yang melonjak ke level Rp2,95 juta per gram pada 10 Februari 2026.
Vice President Environment & Social Sustainability, Corporate Communications and SecretaryBCA Syariah Fikri Hudaya menjelaskan bahwa pihaknya menyadari potensi risiko di balik tingginya harga saat ini. Oleh karena itu, prinsip kehati-hatian diterapkan secara ketat sebelum pembiayaan disalurkan.
"Tentu Kami memiliki skenario stress test tersebut, dan kami menyadari bahwa harga emas saat ini berada di level tinggi dan volatilitas pasar tetap menjadi faktor yang harus diantisipasi," ujar Fikri kepada Langit7.id, Jumat (13/2/2026).
Fikri memaparkan, strategi mitigasi risiko di BCA Syariah dilakukan berlapis. Tidak hanya mengandalkan nilai agunan, tetapi juga kapasitas nasabah.
"Dalam pengelolaan pembiayaan emas, kami menerapkan prinsip kehati-hatian melalui beberapa hal. Selain memberlakukan DP 10%, kami juga melakukan analisa kemampuan bayar, dan monitoring berkala terhadap kualitas portfolio. Fokus utama kami adalah menjaga kualitas pembiayaan dan profil risiko nasabah," ujar dia.
Lebih lanjut, Fikri memastikan bahwa nasabah tidak perlu khawatir akan adanya permintaan penambahan dana mendadak (margin call) jika harga emas turun, berbeda dengan mekanisme perdagangan berjangka konvensional.