Izin Pembangunan Hotel Bintang 4-5 di Labuan Bajo Ditutup 2022
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 13 Oktober 2021 - 12:45 WIB
Izin Pembangunan Hotel Bintang 4-5 di Labuan Bajo Ditutup 2022. (Foto: Antara)
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina, mengatakan izin pembangunan hotel berbintang empat dan lima di Labuan Bajo akan ditutup pada 2022.
Penyetopanizin pembangunan hotel dilakukan guna mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali dan Labuan Bajo.
"Izin pembangunan perhotelan di Labuan Bajo per Oktober 2022 akan ditutup dan ini khusus hotel bintang empat ke atas. Hal ini dimoratorium hingga 2030," ujar Shana seperti dikutip Rabu (13/10).
Baca juga:Tren Pendanaan Startup Meningkat, Menkominfo Berharap Indonesia Tambah Satu Decacorn
Menurut Shana, izin penutupan ini dilakukan untuk melindungi supply dan demand perkembangan Labuan Bajo, sehingga terjadi pariwisata berkualitas dan beriklim sehat.
"Karena itu, saat ini kami lagi percepat peningkatan investasi hotel bintang empat dan lima untuk mengisi minimal 2.000 kamar layak," ujarnya.
Apabila izin tersebut dibuka kembali, lanjut Shana, maka dalam waktu enam bulan investor harus segera mengajukan ijin pembangunan hotel berbintang itu. Jika tidak, setelah enam bulan izin usaha akan dicabut kembali.
Penyetopanizin pembangunan hotel dilakukan guna mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali dan Labuan Bajo.
"Izin pembangunan perhotelan di Labuan Bajo per Oktober 2022 akan ditutup dan ini khusus hotel bintang empat ke atas. Hal ini dimoratorium hingga 2030," ujar Shana seperti dikutip Rabu (13/10).
Baca juga:Tren Pendanaan Startup Meningkat, Menkominfo Berharap Indonesia Tambah Satu Decacorn
Menurut Shana, izin penutupan ini dilakukan untuk melindungi supply dan demand perkembangan Labuan Bajo, sehingga terjadi pariwisata berkualitas dan beriklim sehat.
"Karena itu, saat ini kami lagi percepat peningkatan investasi hotel bintang empat dan lima untuk mengisi minimal 2.000 kamar layak," ujarnya.
Apabila izin tersebut dibuka kembali, lanjut Shana, maka dalam waktu enam bulan investor harus segera mengajukan ijin pembangunan hotel berbintang itu. Jika tidak, setelah enam bulan izin usaha akan dicabut kembali.