Kemenag Tekankan Pentingnya Generasi Qurani Hadapi Arus Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Tim langit 7
Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:31 WIB
Kemenag Tekankan Pentingnya Generasi Qurani Hadapi Arus Digital Menuju Indonesia Emas 2045
LANGIT7.ID-Jakarta; Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa pembinaan generasi Qur’ani menjadi kunci dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045, terutama di tengah derasnya arus digital dan perubahan sosial yang cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Hakim Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) LPP RRI Tingkat Nasional ke-55 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Menurut Muchlis, tema PTQ RRI ke-55 tahun ini, “Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” sangat relevan dengan tantangan kebangsaan hari ini.
“Kita sedang berbicara tentang bonus demografi dan masa depan bangsa. Tetapi masa depan tidak cukup dibangun dengan kecakapan teknologi semata. Ia membutuhkan fondasi moral yang kokoh. Di sinilah Al-Qur’an mengambil peran strategis,” ujar Muchlis dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Al-Qur’an sebagai Kompas di Era Digital
Muchlis menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam ruang digital yang terbuka tanpa batas. Informasi mengalir deras, opini berseliweran, dan nilai-nilai sering kali saling bertabrakan. Tanpa kompas moral yang jelas, generasi muda rentan kehilangan arah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Hakim Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) LPP RRI Tingkat Nasional ke-55 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Menurut Muchlis, tema PTQ RRI ke-55 tahun ini, “Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” sangat relevan dengan tantangan kebangsaan hari ini.
“Kita sedang berbicara tentang bonus demografi dan masa depan bangsa. Tetapi masa depan tidak cukup dibangun dengan kecakapan teknologi semata. Ia membutuhkan fondasi moral yang kokoh. Di sinilah Al-Qur’an mengambil peran strategis,” ujar Muchlis dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Al-Qur’an sebagai Kompas di Era Digital
Muchlis menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup dalam ruang digital yang terbuka tanpa batas. Informasi mengalir deras, opini berseliweran, dan nilai-nilai sering kali saling bertabrakan. Tanpa kompas moral yang jelas, generasi muda rentan kehilangan arah.