BPKH Laporkan Banyak Investor Ingin Masuk ke Struktur Permodalan Bank Muamalat
LANGIT7.ID-Jakarta; Pernyataan minat dari berbagai investor untuk memperkuat struktur permodalan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) terus mengalir kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Selaku pemegang saham pengendali, BPKH mengonfirmasi telah mengantongi banyak Letter of Intent (LOI) dari pihak luar maupun dalam negeri yang berkeinginan mengakuisisi kepemilikan saham di bank syariah tersebut.
Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, menjelaskan bahwa gelombang minat investor ini sedang dalam tahap tindak lanjut dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fokus utama saat ini adalah memastikan mitra yang terpilih mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan masa depan perusahaan.
"Memang sejauh ini banyak sekali investor yang sudah memberikan letter of intent kepada Bank Muamalat atas kepemilikan kita. Cuma semuanya masih berproses dan tentu saja dengan dukungan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kami berharap agar investor strategis yang akan menjadi partner kita adalah investor yang terbaik untuk Bank Muamalat," ucap Fadlul dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026, dikutip Kamis (26/2/2026).
Meskipun daftar peminat belum dibuka secara rinci kepada publik, BPKH menargetkan kehadiran investor strategis ini dapat terealisasi dalam waktu dekat. Langkah percepatan ini diambil agar Bank Muamalat memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam persaingan industri perbankan syariah nasional.
"Targetnya tentu saja secepatnya. Karena kita berpacu dengan waktu untuk bisa bersaing dan berkompetisi di industri perbankan syariah Indonesia," tuturnya.
Di tengah proses pencarian mitra baru tersebut, BPKH melaporkan kondisi investasi dana haji di BMI dalam posisi yang aman. Total pengembalian investasi sejak BPKH masuk sebagai pemegang saham pengendali pada November 2021 telah mencapai hampir Rp1 triliun, atau sudah kembali ke nilai pokok ekuitas yang dimiliki.
"Sejauh ini sesuai dengan apa yang kami dapatkan informasi dari direksinya Muamalat juga, memang investasi yang total nilai secara rupiah yang sudah kita investasikan itu sudah kembali ke nilai pokok kami. Jadi insya Allah sampai saat ini masih aman. Kalau total equity yang kita miliki kan Rp1 triliun," tutur Fadlul.