Fadli Zon Resmikan Penataan Museum Adityawarman Padang, Perkuat Peran Museum sebagai Pusat Budaya
Tim langit 7
Jum'at, 13 Maret 2026 - 10:31 WIB
Fadli Zon Resmikan Penataan Museum Adityawarman Padang, Perkuat Peran Museum sebagai Pusat Budaya
LANGIT7.ID-Padang; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan penataan lingkungan Museum Adityawarman di Kota Padang. Museum dengan ciri khas gaya arsitektur tradisional Minangkabau ini tidak hanya menjadi lambang pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga pusat dokumentasi sejarah yang penting bagi masyarakat Sumatra Barat.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa museum harus diposisikan sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan yang hidup dan aktif di tengah masyarakat. Pembangunan pagar Museum Adityawarman yang telah rampung dan kini terintegrasi dengan kawasan museum menjadi bagian dari upaya memperkuat peran museum sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus sebagai pusat budaya, edukasi, dan berbagai aktivitas kebudayaan.
“Ini bagian dari program untuk menjadikan museum sebagai ekosistem yang nyaman, pusat budaya dan edukasi, dan berbagai kegiatan yang dapat diselenggarakan di museum, salah satunya Museum Adityawarman ini,” jelas Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, Menbud Fadl Zon memaparkan bahwa Museum Adityawarman ini telah menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan yang memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran ini dialokasikan untuk kegiatan non-fisik, seperti penyelenggaraan pameran, kegiatan budaya, pertunjukan, serta berbagai program aktivasi museum.
“Dukungan ini merupakan stimulus agar kegiatan kebudayaan di museum dapat terus hidup dan berkembang, sebagaimana dukungan kepada taman budaya yang juga diberikan,” tambah Menbud Fadli.
Menbud mengatakan, penataan kawasan museum juga sejalan dengan gerakan nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk menghadirkan ruang publik yang indah dan aman. Menurutnya, museum merupakan bagian penting dari ruang publik sekaligus ekosistem kebudayaan yang perlu dikelola dengan baik. Dengan kekayaan budaya, cagar budaya, serta Warisan Budaya Takbenda yang dimiliki Sumatra Barat, peningkatan kualitas pengelolaan museum menjadi langkah penting untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di daerah.
Standar museum juga diharapkan terus ditingkatkan secara profesional, mulai dari penguatan storyline pameran, tata pamer, pencahayaan, pemilihan material, tipografi, penggunaan bahasa, hingga pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman pengunjung yang lebih interaktif. Menbud menegaskan fungsi museum yang tidak lagi dipandang sekadar tempat penyimpanan koleksi, melainkan sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran, serta destinasi wisata budaya yang hidup.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa museum harus diposisikan sebagai bagian penting dari ekosistem kebudayaan yang hidup dan aktif di tengah masyarakat. Pembangunan pagar Museum Adityawarman yang telah rampung dan kini terintegrasi dengan kawasan museum menjadi bagian dari upaya memperkuat peran museum sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus sebagai pusat budaya, edukasi, dan berbagai aktivitas kebudayaan.
“Ini bagian dari program untuk menjadikan museum sebagai ekosistem yang nyaman, pusat budaya dan edukasi, dan berbagai kegiatan yang dapat diselenggarakan di museum, salah satunya Museum Adityawarman ini,” jelas Menbud Fadli dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, Menbud Fadl Zon memaparkan bahwa Museum Adityawarman ini telah menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan yang memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran ini dialokasikan untuk kegiatan non-fisik, seperti penyelenggaraan pameran, kegiatan budaya, pertunjukan, serta berbagai program aktivasi museum.
“Dukungan ini merupakan stimulus agar kegiatan kebudayaan di museum dapat terus hidup dan berkembang, sebagaimana dukungan kepada taman budaya yang juga diberikan,” tambah Menbud Fadli.
Menbud mengatakan, penataan kawasan museum juga sejalan dengan gerakan nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk menghadirkan ruang publik yang indah dan aman. Menurutnya, museum merupakan bagian penting dari ruang publik sekaligus ekosistem kebudayaan yang perlu dikelola dengan baik. Dengan kekayaan budaya, cagar budaya, serta Warisan Budaya Takbenda yang dimiliki Sumatra Barat, peningkatan kualitas pengelolaan museum menjadi langkah penting untuk memperkuat pemajuan kebudayaan di daerah.
Standar museum juga diharapkan terus ditingkatkan secara profesional, mulai dari penguatan storyline pameran, tata pamer, pencahayaan, pemilihan material, tipografi, penggunaan bahasa, hingga pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman pengunjung yang lebih interaktif. Menbud menegaskan fungsi museum yang tidak lagi dipandang sekadar tempat penyimpanan koleksi, melainkan sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran, serta destinasi wisata budaya yang hidup.