Ditengah Keterbatasan Fisik, Ali Topan Raih Kalpataru
Andi amriani
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 09:12 WIB
Ali Topan (tengah) usai menerima penghargaan Kalpataru. (foto: Andi Amriani)
Sampah merupakan masalah yang sangat serius, dan sering dikeluhkan oleh masyarakat. Jumlah sampah disetiap daerah bahkan mengalami peningkatan setiap hari. Ironisnya, pemerintah belum menemukan soslusi untuk mengatasi pemasalahan sampah.
Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat juga masih minim. Akibatnya sampah berserakan dimana-mana. Sehingga merusak lingkungan dan kebersihan kota.
Padahal jika dikelola dengan baik, kotoran-kotoran tersebut bisa diubah menjadi sumber penghasilan. Seperti dilakukan Ali Topan, pemuda dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi-selatan.
Pemuda penyandang disabilitas ini memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Hasilnya, tak hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari, Ali Topan bahkan mendapat penghargaan khusus Kalpataru 2021 sebagai Pemuda Inspiratif Advokasi Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kalpataru merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka baik individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, serta mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.
"Alhamdulillah saya dapat penghargaan khusus untuk advokasi lingkungan," kata Ali Topan usai menerima penghargaan, Kamis, (14/10/2021).
Penghargaan ini merupakan kali pertama diraih oleh pengiat lingkungan asal Pinrang. Gerakan yang dilakukan Ali Topan, adalah menghadirkan bank sampah sebagai jawaban atas permasalahan kompleks seputar sampah. Sehingga sampah dapat dijadikan sumber penghasilan dan tidak dipandang sebagai permasalahan.
Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat juga masih minim. Akibatnya sampah berserakan dimana-mana. Sehingga merusak lingkungan dan kebersihan kota.
Padahal jika dikelola dengan baik, kotoran-kotoran tersebut bisa diubah menjadi sumber penghasilan. Seperti dilakukan Ali Topan, pemuda dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi-selatan.
Pemuda penyandang disabilitas ini memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Hasilnya, tak hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari, Ali Topan bahkan mendapat penghargaan khusus Kalpataru 2021 sebagai Pemuda Inspiratif Advokasi Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kalpataru merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka baik individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, serta mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.
"Alhamdulillah saya dapat penghargaan khusus untuk advokasi lingkungan," kata Ali Topan usai menerima penghargaan, Kamis, (14/10/2021).
Penghargaan ini merupakan kali pertama diraih oleh pengiat lingkungan asal Pinrang. Gerakan yang dilakukan Ali Topan, adalah menghadirkan bank sampah sebagai jawaban atas permasalahan kompleks seputar sampah. Sehingga sampah dapat dijadikan sumber penghasilan dan tidak dipandang sebagai permasalahan.