home global news

Rekor Tertinggi Dalam 5 Tahun, Mobilitas Angkutan Lebaran 2026 Mencapai Level Tertinggi

Ahad, 05 April 2026 - 10:05 WIB
Rekor Tertinggi Dalam 5 Tahun, Mobilitas Angkutan Lebaran 2026 Mencapai Level Tertinggi
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Angkutan Lebaran 2026 sebagai periode dengan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Selama 11 Maret hingga 1 April 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI melayani 5.087.458 pelanggan.

Angka ini melampaui capaian tahun sebelumnya di periode yang sama Lebaran, yaitu 4.707.628 pelanggan pada 2025, 4.398.125 pelanggan pada 2024, 3.841.954 pelanggan pada 2023, dan 4.388.034 pelanggan pada 2022.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran dapat terlayani dengan baik melalui kesiapan operasional di seluruh lini.

“Angkutan Lebaran tahun ini mencatat capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pergerakan pelanggan yang tinggi dapat terlayani dengan baik melalui kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi yang terjaga,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (5/4/2026).

Dari sisi operasional harian, volume pelanggan KA Jarak Jauh juga mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada beberapa tanggal, tingkat okupansi harian tercatat konsisten berada di atas 140%, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran.

Pada 22 Maret 2026, tercatat 242.808 pelanggan dengan okupansi 150,7% dari kapasitas 161.100 tempat duduk. 23 Maret 2026 sebanyak 247.019 pelanggan atau 154,1% dari kapasitas 160.252 tempat duduk. Puncak tertinggi terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 250.650 pelanggan atau 153,4% dari kapasitas 163.432 tempat duduk. Selanjutnya 25 Maret 2026 sebanyak 230.822 pelanggan atau 141,2%, serta 29 Maret 2026 sebanyak 229.260 pelanggan atau 140,3%.

Okupansi di atas 100% merupakan karakteristik operasional kereta api jarak jauh, di mana satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu perjalanan melalui mekanisme naik dan turun di stasiun antara. Pola ini membuat kapasitas layanan tetap optimal, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Angkutan Lebaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya