Cikarang Line Terus Bertumbuh, Perluasan Elektrifikasi ke Cikampek Jadi Jawaban Kebutuhan Perjalanan Masyarakat
Dwi sasongko
Kamis, 09 April 2026 - 16:05 WIB
Cikarang Line Terus Bertumbuh, Perluasan Elektrifikasi ke Cikampek Jadi Jawaban Kebutuhan Perjalanan Masyarakat
LANGIT7.ID-Jakarta; Aktivitas masyarakat di kawasan timur Jabodetabek terus berkembang. Banyak masyarakat kini beraktivitas lintas wilayah, dari tempat tinggal menuju lokasi kerja, pendidikan, hingga pusat kegiatan lainnya. Perjalanan harian pun menjangkau lebih jauh, hingga ke Cikarang, Cikampek, dan sekitarnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melihat perubahan ini langsung dari layanan di Cikarang Line yang terus meningkat. Pada 2015, frekuensi perjalanan tercatat 158 perjalanan per hari. Kini pada 2025, jumlahnya telah mencapai 281 perjalanan per hari.
Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan transportasi dengan frekuensi yang jauh lebih tinggi, lebih terjangkau, dan dapat diandalkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Volume pengguna juga terus bertambah. Pada 2022, jumlah pengguna KRL Cikarang Line mencapai 55.660.235 orang, meningkat menjadi 71.636.443 pada 2023, lalu 84.426.385 pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa angka-angka tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang mampu mengakomodasi lebih banyak aktivitas sehari-hari.
“Perjalanan masyarakat sekarang semakin luas. Banyak yang tinggal di satu wilayah dan beraktivitas atau bekerja di wilayah lain. Layanan transportasi perlu mengikuti kebutuhan tersebut agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Penguatan layanan ini juga ditopang oleh pengembangan prasarana yang dilakukan secara bertahap. Elektrifikasi jalur dari Tanah Abang hingga Cikarang saat ini telah mencapai 40,310 km, yang terdiri dari Tanah Abang–Manggarai 6,026 km, Manggarai–Jatinegara 2,662 km, Jatinegara–Bekasi 14,802 km, serta Bekasi–Cikarang 16,820 km.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melihat perubahan ini langsung dari layanan di Cikarang Line yang terus meningkat. Pada 2015, frekuensi perjalanan tercatat 158 perjalanan per hari. Kini pada 2025, jumlahnya telah mencapai 281 perjalanan per hari.
Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan transportasi dengan frekuensi yang jauh lebih tinggi, lebih terjangkau, dan dapat diandalkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Volume pengguna juga terus bertambah. Pada 2022, jumlah pengguna KRL Cikarang Line mencapai 55.660.235 orang, meningkat menjadi 71.636.443 pada 2023, lalu 84.426.385 pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa angka-angka tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang mampu mengakomodasi lebih banyak aktivitas sehari-hari.
“Perjalanan masyarakat sekarang semakin luas. Banyak yang tinggal di satu wilayah dan beraktivitas atau bekerja di wilayah lain. Layanan transportasi perlu mengikuti kebutuhan tersebut agar perjalanan tetap nyaman dan terjangkau,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Penguatan layanan ini juga ditopang oleh pengembangan prasarana yang dilakukan secara bertahap. Elektrifikasi jalur dari Tanah Abang hingga Cikarang saat ini telah mencapai 40,310 km, yang terdiri dari Tanah Abang–Manggarai 6,026 km, Manggarai–Jatinegara 2,662 km, Jatinegara–Bekasi 14,802 km, serta Bekasi–Cikarang 16,820 km.