Pertumbuhan Bogor Line Perkuat Urgensi Elektrifikasi hingga Sukabumi
Dwi sasongko
Sabtu, 11 April 2026 - 18:22 WIB
Pertumbuhan Bogor Line Perkuat Urgensi Elektrifikasi hingga Sukabumi
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Kereta Api Indonesia (Persero) melihat tren mobilitas masyarakat di lintas Bogor yang terus meningkat dan menjadi yang tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana kawasan penyangga semakin berperan dalam membentuk pusat-pusat aktivitas baru.
Jumlah pengguna KRL Jabodetabek di Bogor Line tercatat 102.054.022 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 38.203.481 pelanggan.
Konsistensi pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa Bogor Line menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, sekaligus mencerminkan perubahan pola perjalanan yang semakin luas dan tidak lagi terpusat pada satu kawasan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perkembangan ini menjadi dasar penting dalam melihat arah penguatan layanan ke depan.
“Mobilitas masyarakat terus berkembang mengikuti aktivitas yang semakin tersebar. Layanan transportasi perlu bergerak seiring dengan perubahan tersebut agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Saat ini, elektrifikasi lintas Jakarta Kota–Bogor telah mencapai 54,674 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang juga diiringi peningkatan prasarana seperti pengembangan stasiun dan peningkatan sistem operasional.
Kondisi tersebut menjadikan layanan di lintas Bogor semakin andal dalam melayani pergerakan masyarakat dalam jumlah besar, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan kapasitas yang terus diperkuat.
Jumlah pengguna KRL Jabodetabek di Bogor Line tercatat 102.054.022 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna telah mencapai 38.203.481 pelanggan.
Konsistensi pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa Bogor Line menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, sekaligus mencerminkan perubahan pola perjalanan yang semakin luas dan tidak lagi terpusat pada satu kawasan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perkembangan ini menjadi dasar penting dalam melihat arah penguatan layanan ke depan.
“Mobilitas masyarakat terus berkembang mengikuti aktivitas yang semakin tersebar. Layanan transportasi perlu bergerak seiring dengan perubahan tersebut agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Saat ini, elektrifikasi lintas Jakarta Kota–Bogor telah mencapai 54,674 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang juga diiringi peningkatan prasarana seperti pengembangan stasiun dan peningkatan sistem operasional.
Kondisi tersebut menjadikan layanan di lintas Bogor semakin andal dalam melayani pergerakan masyarakat dalam jumlah besar, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan kapasitas yang terus diperkuat.