home global news

Saat Dunia Dilanda Konflik, Ahmad Muzani Ingatkan Peran Ulama untuk Perdamaian Global

Jum'at, 17 April 2026 - 14:50 WIB
Saat Dunia Dilanda Konflik, Ahmad Muzani Ingatkan Peran Ulama untuk Perdamaian Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Bahaya konflik bersenjata yang kian meluas dinilai mengancam tidak hanya keselamatan jiwa, tetapi juga stabilitas ekonomi dan kelestarian lingkungan. Di tengah situasi itu, Indonesia dituntut hadir sebagai kekuatan pendorong perdamaian melalui jalur diplomasi dan perundingan, bukan konfrontasi militer.

Dilansir dari situs MUI, Jumat (17/4/2026), penegasan itu disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di The Sultan Hotel Jakarta.

Menurutnya, berbagai konflik besar yang tengah mengguncang dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah, sejatinya dapat diredam melalui dialog dan negosiasi. Karena itu, peran Indonesia dalam mendorong perdamaian global harus terus diperkuat dan tidak boleh surut.

Ahmad Muzani juga mengingatkan kembali rekam jejak ulama Indonesia dalam percaturan dunia Islam. Ia menyebut peristiwa Komite Hijaz pada 1926 sebagai bukti nyata bahwa ulama Nusantara memiliki keberanian dan kapasitas untuk hadir di garis terdepan demi menjaga kebebasan beragama dan kelestarian situs-situs bersejarah Islam.

Kondisi dunia saat ini, menurut Ahmad Muzani, menyimpan kemiripan dengan era tersebut. Ancaman perpecahan dan konflik kembali membayangi umat Islam secara global, sehingga nilai-nilai persatuan yang disuarakan para pimpinan ormas Islam perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di panggung internasional.

Di sisi dalam negeri, Ahmad Muzani mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri kondisi Indonesia yang hingga kini tetap aman dan kondusif. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan buah dari peran ulama dalam menenangkan masyarakat serta aparat keamanan yang menjaga stabilitas nasional.

Ia turut menekankan bahwa sinergi antara ulama dan umaro atau pemerintah menjadi fondasi penting dalam mencegah perpecahan dan memperkokoh persatuan nasional. Hubungan yang harmonis di antara keduanya dinilai sebagai kunci menjaga keutuhan bangsa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya