Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru
Dwi sasongko
Sabtu, 18 April 2026 - 14:16 WIB
Elektrifikasi RangkasbitungMerak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru
LANGIT7.ID-Jakarta; Akhir pekan selalu punya cerita. Ada yang ingin melepas penat, ada yang menjelajah tempat baru, hingga yang melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatra dengan moda transportasi massal. Mobilitas ini terus bergerak, dan kereta api hadir sebagai pilihan perjalanan yang terjangkau dan nyaman.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, volume pengguna KRL di lintas Rangkasbitung menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada 2022, tercatat 43.317.716 pelanggan, meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 pelanggan pada 2025. Memasuki Januari hingga Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 20.197.205 pelanggan.
Pertumbuhan ini menggambarkan bagaimana lintas Rangkasbitung berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus meluas dan berkembang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penguatan layanan di lintas ini merupakan hasil kolaborasi salah satunya bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI.
“Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Penguatan tersebut memungkinkan layanan KRL mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 8 hingga 10 kereta dalams satu rangkaian. Kapasitas angkut menjadi lebih besar, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.
Pengembangan prasarana dan operasional terus dilakukan, termasuk penyempurnaan jaringan elektrifikasi. Perbaikan ini berkontribusi pada pengaturan jarak antar perjalanan yang semakin efisien, sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, volume pengguna KRL di lintas Rangkasbitung menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada 2022, tercatat 43.317.716 pelanggan, meningkat menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 pelanggan pada 2025. Memasuki Januari hingga Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 20.197.205 pelanggan.
Pertumbuhan ini menggambarkan bagaimana lintas Rangkasbitung berkembang sebagai jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta yang terus meluas dan berkembang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penguatan layanan di lintas ini merupakan hasil kolaborasi salah satunya bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI.
“Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
Penguatan tersebut memungkinkan layanan KRL mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 8 hingga 10 kereta dalams satu rangkaian. Kapasitas angkut menjadi lebih besar, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.
Pengembangan prasarana dan operasional terus dilakukan, termasuk penyempurnaan jaringan elektrifikasi. Perbaikan ini berkontribusi pada pengaturan jarak antar perjalanan yang semakin efisien, sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.