home sports

Ben Shelton Juara di Munich Open, Bawa Hadiah Uang 8,3 Miliar dan Jadi Orang Amerika Pertama setelah Agassi

Ahad, 19 April 2026 - 21:52 WIB
Ben Shelton Juara di Munich Open, Bawa Hadiah Uang 8,3 Miliar dan Jadi Orang Amerika Pertama setelah Agassi
LANGIT7.ID-Munich; Ben Shelton meraih gelar kelima ATP Tour-nya dan gelar kedua di atas lapangan tanah liat pada Minggu di BMW Open by Bitpanda di Munich, setelah mengalahkan unggulan keempat Flavio Cobolli dengan skor 6-2, 7-5.

Unggulan kedua yang tahun lalu kalah dari Alexander Zverev di partai final turnamen ATP 500 ini, memastikan sejarah tidak terulang saat menghadapi petenis peringkat 16 dunia, Cobolli, sekaligus mencatatkan kemenangan pertamanya atas pemain Top 20 di atas tanah liat.

"Saya tampil dengan level yang sangat tinggi dan pernah melakukannya sebelumnya melawan dia," kata Shelton dalam wawancara di lapangan. "Yang paling sulit adalah mempertahankannya saat dia meninggikan level permainannya. Saya berhasil melakukannya di set kedua dan bermain tenis yang hebat. Saya puas dengan performa saya minggu ini. Saya terus berkembang sepanjang minggu dan saya senang dengan kerja keras yang saya dan tim lakukan."

Shelton, yang pernah juara di atas tanah liat di Houston pada 2024, adalah petenis Amerika pertama yang memenangkan gelar di permukaan tanah liat di atas level ATP 250 sejak Andre Agassi di Roma pada tahun 2002. Petenis berusia 23 tahun itu kini unggul 4-2 atas Cobolli dalam rekor pertemuan Lexus ATP Head2Head mereka.

"Saya memiliki ambisi besar di lapangan tanah liat," tambah Shelton. "Ini adalah permukaan yang ingin saya tingkatkan setiap tahun. Perlahan-lahan ini menjadi salah satu permukaan favorit saya untuk bermain."

Shelton adalah petenis Amerika pertama dalam sejarah tur (sejak 2009) yang memenangkan tiga gelar ATP 500. Sementara itu, ia juga merupakan petenis Amerika kelima yang memenangkan gelar level tur di atas tanah liat di luar Amerika Serikat pada abad ini. Petenis berusia 23 tahun ini bergabung dengan Andre Agassi, Andy Roddick, Sam Querrey, dan Sebastian Korda.

Shelton mematahkan servis Cobolli di game pertama dan dengan krusial menangkis enam break point di game servis pertamanya, langsung menentukan ritme awal pertandingan. Cobolli asal Italia yang mengalahkan Zverev di semifinal, meningkatkan level permainannya di set kedua, tetapi tidak mampu menembus servis Shelton. Menurut Infosys ATP Stats, setelah game pembuka tersebut, Shelton tidak menghadapi break point lagi. Ia bangkit dari ketertinggalan 0/30 saat servis pada kedudukan 4-5, lalu kembali mematahkan servis Cobolli ketika unggulan keempat tersebut melakukan double fault yang mahal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya