Kartini Masa Kini, Kisah Kurir Lion Parcel Menembus Batas
Tim langit 7
Kamis, 23 April 2026 - 13:42 WIB
Kartini Masa Kini, Kisah Kurir Lion Parcel Menembus Batas
LANGIT7.ID-Jakarta; Pagi baru saja dimulai ketika Putri (24) bersiap memulai harinya di salah satu hub Lion Parcel. Dengan puluhan paket di dalam tas yang perlu dikirimkan, ia bersiap menempuh perjalanan panjang hari itu. Menyusuri jalanan hingga gang sempit, menghadapi cuaca yang tak menentu, dan mengetuk satu per satu pintu pelanggan.
Bagi Putri, menjalani profesi sebagai kurir adalah pilihan yang ia jalani dengan penuh keyakinan. Sebelum menjadi kurir penuh waktu di Lion Parcel sejak tahun lalu, ia kerap menemani sang ibu yang dulu bekerja sebagai kurir Lion Parcel selama lebih dari lima tahun. Ketika kondisi kesehatan ibunya menurun, Putri pun memutuskan untuk melanjutkan peran tersebut. “Dulu sering ikut dan bantu mama antar paket, sekarang lanjut sendiri,” ujar Putri dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).
Kisah Putri menjadi potret nyata bagaimana semangat emansipasi terus hidup, terutama di momen Hari Kartini saat ini.
Cerita di Balik Tantangan
Menjadi kurir perempuan bukan tanpa tantangan. Di lapangan, Putri sering kali menghadapi berbagai respons dari pelanggan, mulai dari yang mengapresiasi, terkejut, hingga yang mempertanyakan. “Kadang pelanggan kaget kok kurirnya perempuan. Padahal kita-kita perempuan juga bisa jadi kurir,” ceritanya. Sayangnya, tak jarang ia mendapat perhatian yang kurang nyaman, seperti godaan atau pertanyaan personal dari pelanggan.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Nuraini (29). Ia mengaku beberapa kali menghadapi perlakuan kurang menyenangkan dari pelanggan. “Kadang ada yang genit, tapi saya tidak menanggapi. Saya fokus saja sama pekerjaan,” ujar Nuraini.
Bagi Putri, menjalani profesi sebagai kurir adalah pilihan yang ia jalani dengan penuh keyakinan. Sebelum menjadi kurir penuh waktu di Lion Parcel sejak tahun lalu, ia kerap menemani sang ibu yang dulu bekerja sebagai kurir Lion Parcel selama lebih dari lima tahun. Ketika kondisi kesehatan ibunya menurun, Putri pun memutuskan untuk melanjutkan peran tersebut. “Dulu sering ikut dan bantu mama antar paket, sekarang lanjut sendiri,” ujar Putri dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).
Kisah Putri menjadi potret nyata bagaimana semangat emansipasi terus hidup, terutama di momen Hari Kartini saat ini.
Cerita di Balik Tantangan
Menjadi kurir perempuan bukan tanpa tantangan. Di lapangan, Putri sering kali menghadapi berbagai respons dari pelanggan, mulai dari yang mengapresiasi, terkejut, hingga yang mempertanyakan. “Kadang pelanggan kaget kok kurirnya perempuan. Padahal kita-kita perempuan juga bisa jadi kurir,” ceritanya. Sayangnya, tak jarang ia mendapat perhatian yang kurang nyaman, seperti godaan atau pertanyaan personal dari pelanggan.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Nuraini (29). Ia mengaku beberapa kali menghadapi perlakuan kurang menyenangkan dari pelanggan. “Kadang ada yang genit, tapi saya tidak menanggapi. Saya fokus saja sama pekerjaan,” ujar Nuraini.