home global news

Astra Agro Lestari Catat Laba Bersih Rp373 Miliar, Kinerja Kuartal I 2026 Melonjak

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB
Astra Agro Lestari Catat Laba Bersih Rp373 Miliar, Kinerja Kuartal I 2026 Melonjak
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) atau Astra Agro mencatatkan kinerja yang cemerlang pada kuartal I/2026 dengan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun dan laba bersih mencapai Rp373 miliar. Pada sisi top line Astra Agro mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,8% year-on-year (YoY) sedangkan bottom line naik 34,8% yoy.

Pertumbuhan kinerja Astra Agro selama kuartal I/2026 berkat peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini serta pengendalian biaya dan belanja Perseroan. Hal itu tercermin pada net profit margin (NPM) Perseroan yang menjadi 5% pada kuartal I/2026 dibandingkan dengan kuartal I/2025 pada posisi 3,9%.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo menyatakan performa positif Astra Agro pada kuartal I/2026 adalah hasil kolaborasi serta kuatnya dukungan para pemangku kepentingan yang menjadi motor dalam mendorong ketahanan operasional dan finansial Perseroan.

“Pencapaian saat ini berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas kepercayaan dan dedikasi seluruh pihak yang senantiasa mendampingi perjalanan Astra Agro. Mari terus memperkuat kolaborasi ini demi mewujudkan pertumbuhan yang saling membawa manfaat ke depan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, kinerja Astra Agro kuartal I/2026 ditopang oleh volume penjualan CPO & derivatif yang naik 6,3% YoY dan penjualan Kernel & derivatif yang meningkat 9,8% YoY. Perseroan optimistis harga CPO akan cukup supportif sepanjang tahun dengan kondisi permintaan dan kebutuhan di level yang relatif sama.

Kendati demikian, faktor kondisi cuaca dan usia tanaman masih menjadi komponen utama yang akan mempengaruhi pertumbuhan produksi. Astra Agro berupaya untuk menjaga kinerja sampai dengan akhir tahun melalui perencanaan yang matang serta alokasi biaya yang tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas operasional. Strategi tersebut untuk menjaga daya saing biaya produksi dan mengantisipasi volatilitas harga CPO dan kondisi geopolitik.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya