Muhammadiyah dan Vatikan Jajaki Kerja Sama untuk Hentikan Perang Ekonomi Global
Tim langit 7
Rabu, 13 Mei 2026 - 07:03 WIB
Muhammadiyah dan Vatikan Jajaki Kerja Sama untuk Hentikan Perang Ekonomi Global
LANGIT7.ID-Jakarta;Muhammadiyah dan Vatikan mulai menjajaki kerja sama formal lintas agama yang berfokus pada upaya menghentikan perang ekonomi atau economic war yang dinilai memicu krisis kemanusiaan di berbagai wilayah dunia.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan resmi di Vatikan pada 5 Mei 2026, saat delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kunjungan dan bertemu Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Diskateri Dialog Antar Agama Vatikan (Prefect of the Dicastery for Interreligious Dialougue).
Ketua Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyebut kerja sama ini menjadi langkah formal perdana antara Vatikan dan organisasi Islam dari Indonesia.
“Ini merupakan pertemuan antara negara Vatikan dan organisasi Islam Muhammadiyah. Mungkin ini dapat menjadi kerja sama pertama antara sebuah negara dengan institusi ormas Islam,” jelas Bachtiar yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menyepakati pembentukan tim perumus yang beranggotakan lima orang dari Muhammadiyah untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Dokumen tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program lintas negara yang merujuk pada Deklarasi Istiqlal 2024, dengan fokus pada agenda humanisasi dan pendidikan.
Bachtiar menjelaskan, sebagai sebuah negara, Vatikan memiliki protokol diplomatik yang ketat. Karena itu, seluruh dokumen kerja sama akan melalui pemeriksaan administratif, termasuk peninjauan terhadap konsekuensi hukum dan kelembagaan bagi masing-masing pihak.
Sementara itu, Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengatakan koalisi organisasi keagamaan yang dirancang merupakan bentuk kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan institusi keagamaan internasional lain. Bentuknya mencakup advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, hingga aksi kemanusiaan secara nyata.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan resmi di Vatikan pada 5 Mei 2026, saat delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kunjungan dan bertemu Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Diskateri Dialog Antar Agama Vatikan (Prefect of the Dicastery for Interreligious Dialougue).
Ketua Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyebut kerja sama ini menjadi langkah formal perdana antara Vatikan dan organisasi Islam dari Indonesia.
“Ini merupakan pertemuan antara negara Vatikan dan organisasi Islam Muhammadiyah. Mungkin ini dapat menjadi kerja sama pertama antara sebuah negara dengan institusi ormas Islam,” jelas Bachtiar yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menyepakati pembentukan tim perumus yang beranggotakan lima orang dari Muhammadiyah untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Dokumen tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program lintas negara yang merujuk pada Deklarasi Istiqlal 2024, dengan fokus pada agenda humanisasi dan pendidikan.
Bachtiar menjelaskan, sebagai sebuah negara, Vatikan memiliki protokol diplomatik yang ketat. Karena itu, seluruh dokumen kerja sama akan melalui pemeriksaan administratif, termasuk peninjauan terhadap konsekuensi hukum dan kelembagaan bagi masing-masing pihak.
Sementara itu, Rektor UMY, Achmad Nurmandi, mengatakan koalisi organisasi keagamaan yang dirancang merupakan bentuk kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan institusi keagamaan internasional lain. Bentuknya mencakup advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, hingga aksi kemanusiaan secara nyata.