home global news

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, TNI AL Gelar Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:16 WIB
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, TNI AL Gelar Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, TNI AL menggelar Panen Raya Kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kamis (14/5).

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M.Tonny Harjono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta Forkopimda Kabupaten Nganjuk, pejabat di lingkungan Kementerian, TNI, dan Polri.

Panen Raya Kedelai yang dilaksanakan di Desa Ngudikan tersebut memiliki luas lahan panen mencapai 100 Ha. Total area kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 Ha dengan estimasi hasil panen 1,5 – 2 ton/Ha. Selain itu terdapat 2 kecamatan yang masih dalam masa perkembangan bibit kedelai yaitu di Kecamatan Rejoso yang memiliki luas lahan panen 1.270,9 Ha dan di Kecamatan Bagor dengan luas lahan 629,1 Ha.

Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif TNI AL melalui pembinaan potensi maritim dan dukungan terhadap wilayah pertanian strategis. Hal ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto yaitu memantapkan system pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Dalam sambutannya, Mentan mengatakan bahwa kerja sama pengembangan kedelai antara Kementan, TNI AL, dan Bupati Nganjuk telah dilaksanakan sejak awal tahun dan telah dilakukan penanaman pada Bulan Maret 2026 seluas 2.000 ha yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Rejoso, Wilangan, dan Bagor.



"Pola pengembangan kolaborasi antar stakeholder seperti ini harapannya dapat diduplikasi di seluruh wilayah Indonesia sehingga petani tertarik mengembangkan kedelai untuk membantu percepatan swasembada kedelai," tutup Mentan RI dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya